Jumat, 02 November 2012

Menimbang Dampak FTA ASEAN-EU



Oleh: Makmun Syadullah
Pengamat Ekonomi
Kontan 2 November 2012

Uni Eropa (UE) dan ASEAN telah memulai negosiasi regional pada tahun 2007 yang dirancang  untuk mendukung proses integrasi regional ASEAN. Namun demikian, negosiasi regional tersebut dihentikan sementara dan negosiasi lebih mengarah pada proses negosiasi bilateral, UE tetap yakin bahwa perjanjian perdagangan bebas (free trade agreement-FTA) antara ASEAN dan UE secara politis dan ekonomi bermanfaat untuk jangka panjang dan ambisi memiliki perjanjian strategis dengan ASEAN sebagai kesatuan wilayah tetap dipertahankan.

Keinginan UE untuk memperjuangkan adanya hubungan ekonomi yang lebih erat dengan ASEAN kini hamper membuahkan hasil. Sebagaimana dilansir oleh situs Voice  of America tanggal 21 Oktober lalu, dalam sebuah konferensi antara pejabat-pejabat UE dan ASEAN di Phnom Penh – ibukota Kamboja, Komisaris Urusan Perdagangan Uni Eropa, Karel De Gucht, menyerukan para peserta agar mengusahakan kemajuan konkrit dalam negosiasi perdagangan bebas (free trade Agreement-FTA) antara kedua kawasan.
Menurut De Gucht blok negara-negara Eropa telah memulai pembicaraan tentang kesepakatan perdagangan bilateral dengan Singapura dan Malaysia, dan segera akan memulai perundingan dengan Vietnam. Gucht juga memberi jaminan kepada para pemimpin Asia bahwa masa terburuk dari krisis keuangan di Eropa telah berakhir.
Ditingkat ASEAN, pembicaraan masalah FTA ASEAN-EU telah dilakukan pada 16 April lalu. Para pejabat dan pengusaha dari 10 negara anggota ASEAN menghadiri pertemuan untuk membahas perdagangan internasional dan sektor pertanian, serta tantangan dan peluang perjanjian FTA antara ASEAN dan Uni Eropa (UE) di masa depan.
Dalam pertemuan tersebut diangkat dua topik utama, yakni  (i) perdagangan internasional di sektor pertanian, penerapan SPS/TBT (Sanitari dan Fitosanitari/ Hambatan Teknis Perdagangan) dan standar-standar yang terkait dengan perdagangan; dan (ii) persiapan negosiasi FTA bilateral. Dalam pertemuan tersebut juga disimulasikan negosiasi dengan fokus pada teknik, metodologi dan perangkat negosiasi perdagangan.

Dampak Berbeda
Kesepakatan FTA ASEAN-EU  akan membawa dampak berbeda-beda diantara Negara ASEAN. Dampak tersebut akan berbeda apabila hanya lima Negara ASEAN yang melakukan FTA (Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailad dan Philipina) dibandingkan dengan semua anggota ASEAN melakukan FTA dengan EU. Dengan menggunakan data Global Trade Analysis Project-GTAP 8, dapat diperkirakan dampak FTA terhadap term of trade,  gross domestic product-GDP, perubahan sewa tanah, penggunaan tenaga kerja tidak terdidik  dan tenaga kerja terdidik.
Apabila lima Negara anggota ASEAN melakukan FTA dengan UE, dari sisi term of trade,  Singapuralah yang paling diuntungkan. Term of trade Singapura diperkirakan akan meningkat sebesar 0,756 persen. Apabila semua anggta ASEAN ikut meratifikasi FTA, maka keuntungan Singapura akan lebih besar lagi karena term of trade diperkirakan akan naik 0,807 persen. Thailand diperkirakan juga akan memperoleh berkah yang cukup besar dari FTA ASEAN dengan EU. Apabila FTA hanya dilakukan dengan lima Negara ASEAN, term of trade Thailand akan naik sebesar 0,412 persen, namun apabila dilakukan oleh seluruh anggota ASEAN, term of trade Thailand akan naik sebesar 0,488 persen. Sementara Negara yang paling menderita adalah Cambodia dan Laos, karena kedua negara ini akan mengalami penurunan term of trade.
Dari sisi GDP harga konstan, FTA lima Negara ASEAN dengan EU akan menguntungkan negara-negara ASEAN, kecuali Malaysia, Cambodia, Laos dan Vietnam.  Negara ASEAN yang paling diuntungkan adalah Singapura, Thailand, Indonesia dan Philipina.  GDP ketiga negara ini akan semakin besar pertumbuhannya apabila dilakukan FTA dengan seluruh anggota ASEAN.
Bagaima dengan sewa tahah? Tampaknya FTA ASEAN – EU akan membawa dampak negataif terhadap sewa tanah di Indonesia, Philipina dan Vietnam. Di ketiga Negara ini diperkirakan sewa tanahnya justru akan menurun. Sebaliknya sewa tanah di Thailad, Singapura, Malaysia dan Laos diperkirakan akan semakin meningkat sehingga sewa tanah di Negara-negara ini akan semakin mahal.
FTA ASEAN dengan UE akan berdampak positif pada permintaan tenaga kerja baik tidak terdidik maupun terdidik. Begitu halnya dengan penggunaan modal (capital). Hanya Cambodia, Laos dan Vietnam yang akan terkena dampak negative apabila FTA hanya dilakukan dengan lima anggota ASEAN. Namun apabila FTA dilakukan dengan semua Negara anggota ASEAN, maka ketiga Negara ini diperkirakan juga akan mendapat berkah dalam peninggkatan penggunaan tenaga kerja tidak terdidik, tenaga kerja terdidik maupun penggunaan modal.
Dari gambaran di atas, nampak bahwa kesepakatan perdagangan bebas antara ASEAN dengan UE diperkirakan  akan membawa dampak positif bukan saja terhadap negara-negara anggota ASEAN, namun juga UE. Namun demikian negara-negara anggota ASEAN tetap harus lebih berhati-hati dalam melangkah sebelum meratifikasi FTA ASEAN-EU. Apalagi EU merupakan  salah satu kelompok regional terkuat di dunia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar