Senin, 30 Januari 2012

Bank Persero Kuasai Pasar Kredit Mikro

http://www.indonesiafinancetoday.com/read/21476/Bank-Persero-Kuasai-Pasar-Kredit-Mikro

JAKARTA (IFT) – Bank persero memiliki pangsa pasar (market share) terbesar dibanding kelompok bank lain untuk segmen kredit usaha mikro kecil, menengah (UMKM), yaitu mencapai 48,2% hingga November 2011, menurut data Bank Indonesia. Menurut Departemen Riset IFT, pangsa pasar bank persero pada segmen ini besar karena didorong ekspansi kredit dan program Kredit Usaha Rakyat (KUR).


Menurut data Bank Indonesia, penyaluran kredit mikro, kecil, dan menengah (MKM) hingga November 2011 tumbuh 24,8% (year-on-year) menjadi Rp 1.131,5 triliun. Sementara itu, kredit UMKM meningkat 23,5% (year-to-date) menjadi Rp 445,5 triliun. Kenaikan kredit ini hampir terjadi merata pada semua jenis bank maupun untuk penggunaannya.
Kategori kredit MKM adalah kredit mikro, kecil, dan menengah yang penggunaannya untuk kegiatan produktif maupun konsumtif. Kategori kredit UMKM diberikan untuk membiayai kegiatan produktif. Pemisahan kredit UMKM dari MKM ini dilakukan mulai Januari 2011.

Untuk kategori kredit UMKM, kelompok Bank Persero memiliki pangsa pasar 48,2% hingga November 2011, naik 300 basis poin dibanding Januari 2011 sebesar 45,3%. Pangsa pasar kredit UMKM bank persero merupakan yang terbesar dibanding kelompok bank lainnya. Kenaikan market share tersebut disebabkan pertumbuhan kredit UMKM sebesar 31,6% (year-to-date) menjadi Rp 214,8 triliun. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) merupakan bank persero yang memilki kontribusi terbesar terhadap sektor UMKM.

Kelompok bank swasta memiliki pangsa pasar kredit UMKM terbesar kedua dengan porsi 42,3%, turun 110 basis poin dibanding Januari 2011 di level 44,1%. Kredit UMKM yang disalurkan bank swasta meningkat 18,3% (year-to-date) menjadi Rp 188,3 triliun hingga November 2011. Kelompok Bank Pembangunan Daerah (BPD) berada di posisi ketiga dengan pangsa pasar 7,3%, turun 110 basis poin dibanding Januari 2011 sebesar 8,4%.

Kredit UMKM yang disalurkan BPD hingga November 2011 hanya naik 7,9% menjadi Rp 32,5 triliun. Kelompok bank asing memiliki market share 2,2% hampir sama dibanding posisi Januari 2011. Kredit UMKM yang disalurkan bank asing hingga November 2011 naik 22,1% (year-to-date) menjadi Rp 9,9 triliun.

Untuk kredit MKM, kelompok bank swasta memiliki pangsa pasar terbesar dibanding kelompok bank lainnya, yaitu 44,4% atau naik 70 basis poin (year-on-year). Kredit MKM kelompok bank swasta hingga November 2011 naik 27% (year-on-year) menjadi Rp 502,9 triliun.

Kelompok bank persero memiliki market share kredit MKM terbesar kedua, yaitu 35,8% atau turun 110 basis poin (year-on-year). Kredit MKM bank persero hingga November 2011 naik 21,1% (year-on-year) menjadi Rp 404,6 triliun.

Sementara itu, kelompok bank asing dan Bank Pembangunan Daerah (BPD) masing-masing memiliki market share kredit MKM sebesar 6% dan 13,8%. Kredit MKM yang disalurkan bank asing naik signifikan 37% (year-on-year) menjadi Rp 67,6 triliun sedangkan kelompok BPD mencatat pertumbuhan kredit MKM hingga November 2011 sebesar 22,9% (year-on-year) menjadi Rp 156,4 triliun.


Edy Setiadi, Direktur Direktorat UMKM dan MKM Bank Indonesia, mengatakan bank sentral mengarahkan industri perbankan meningkatkan kredit di sektor produktif untuk mencegah overheating ekonomi.

Ia menjelaskan pertumbuhan kredit UMKM belum setinggi kredit MKM karena saat ini lebih banyak bank yang menyalurkan kredit MKM yang memiliki unsur kredit konsumtif dibanding yang bersifat produktif.



Target Kredit Mikro
Sofyan Basir, Direktur Utama BRI, penyaluran kredit UMKM perseroan tinggi karena perseroan menjadi penyalur terbesar Kredit Usaha Rakyat. BRI dan bank persero lainnya memiliki keunggulan berupa jaringan kantor cabang yang tersebar di seluruh Indonesia sehingga meningkatkan penetrasi kredit UMKM. “Semakin banyak kantor cabang, volume kreditnya semakin banyak,” kata Sofyan.

Target penyaluran KUR perseroan tahun ini akan mencapai Rp 15 triliun. Pada 2011, perseroan menyalurkan KUR sebesar Rp 16 triliun. Selain itu, BRI bisa mengalihkan 530 ribu debitor KUR menjadi debitor kredit komersial. Tahun ini perusahaan menargetkan migrasi dari KUR ke kredit komersial sama dengan tahun lalu.

Sofyan menambahkan BRI menargetkan pertumbuhan total kredit tahun ini sebesar 20%-23% karena pertumbuhan ekonomi global diperkirakan melambat. “Ekspansi tahun ini melihat perkembangan ekonomi dan kondisi pendanaan. Tapi, kami tetap pasang 20%-23% atau angka moderat,” ujarnya.

Pahala N Mansury, Chief Financial Officer PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), mengatakan perseroan menargetkan pertumbuhan kredit UMKM di atas 25%-30% pada 2012 dan 2013. Target penyaluran kredit ini di atas proyeksi pertumbuhan kredit perseroan hingga akhir 2011 sebesar 21%-23%.

Perseroan akan menambah jumlah cabang mikro hingga 100-200 unit tahun ini. Bank Mandiri telah mengembangkan 200 outlet mikro pada 2010 sedangkan pada 2011 sebanyak 400 outlet.

Kredit UMKM Bank Mandiri akan  disalurkan ke beberapa bidang, terutama di sektor perdagangan dan sektor informal untuk kredit mikro. Portofolio kredit UMKM Bank Mandiri hingga akhir 2011 diperkirakan Rp 41 triliun dibanding realisasi 2010 sebesar Rp 32,8 triliun.

Menurut Departemen IFT, industri skala mikro, kecil, dan menengah memiliki potensi besar untuk dikembangkan karena jumlah nasabahnya banyak dan penetrasi perbankan ke segmen tersebut belum maksimal. Pada 2012, sektor kredit mikro dan menengah diprediksi menjadi salah satu pendorong pertumbuhan kredit perbankan secara keseluruhan. (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar