JAKARTA - Pembiayaan mikro Induk Koperasi Syariah (Inkopsyah) bertambah sebesar Rp 90 miliar. Pembiayaan tersebut akan diberikan kepada nasabah dengan sistem executing dan channeling.
Direktur Inkopsyah, Arisson Henry, mengungkapkan, pembiayaan senilai Rp 50 miliar akan disalurkan kepada Baitul Mal wa Tamwil (BMT) yang telah menjadi anggota Inkopsyah. Pembiayaan itu kemudian disalurkan ke nasabah dengan sistem executing. "Pembiayaan itu untuk sektor mikro," ungkapnya, akhir pekan lalu.
Pembiayaan senilai Rp 50 miliar didapatkan melalui linked program dengan sejumlah bank syariah. Dari jumlah pembiayaan itu, Rp 10 miliar berasal dari Bank Jabar Banten Syariah (BJBS), Bank DKI Syariah sebesar Rp 10 miliar, Bank Mandiri Syariah (BSM) Rp 15 miliar, Bank Panin Syariah sebesar Rp 5 miliar, dan Bank BNI Syariah Rp 10 miliar.
Selain pembiayaan lewat executing, Inkopsyah menyalurkan pembiayaan dengan channeling. Rencananya, pembiayaan senilai Rp 40 miliar bakal diberikan dengan skema channeling. "Pembiayaan itu berasal dari BSM dan BJBS masing-masing senilai Rp 20 miliar," ungkapnya.
Penerima manfaat pembiayaan dari Inkopsyah tahun ini telah mencakup 145 BMT. Pembiayaan itu senilai total Rp 96 miliar. Arisson menargetkan dapat meningkatkan jumlah penerima manfaat 80 sampai 100 BMT dalam tiga bulan ke depan. Anggota Inkopsyah saat ini telah mencapai 350 BMT. Ditargetkan, anggota akan bertambah 25-50 BMT sampai akhir tahun mendatang. Aset pada September 2011 telah mencapai Rp 114 miliar.
Modal Inkopsyah telah mencapai Rp 13,6 miliar. Jumlah itu naik signifikan dibanding tahun lalu sebesar Rp 8,5 miliar. Arisson mengungkapkan, target laba telah tercapai pada September ini, yakni Rp 1,6 miliar. "September ini, jumlah laba telah sama seperti akhir tahun lalu. Kita menargetkan jadi Rp 2,2 miliar hingga akhir Desember nanti," ungkapnya.c01
Tidak ada komentar:
Posting Komentar