Senin, 03 Oktober 2011

Volume Kartu Pembiayaan BNI Syariah

JAKARTA - Minat masyarakat terhadap kartu pembiayaan dari BNI Syariah relatif tinggi. Ini terbukti dengan peningkatan volume kartu pembiayaan Khasanah BNI Syariah yang mencapai dua kali lipat dari tahun sebelumnya.

General Manager Divisi Kartu Pembiayaan BNI Syariah, Iwa Kustiwa, mengungkapkan, pihaknya mampu menarik pengguna kartu Khasanah hingga 50 ribu kartu, yang berarti dua kali lebih besar dari tahun lalu, yakni 25 ribu kartu. “Nilai volume pembiayaan sudah melebihi target Rp 235 miliar. Hingga September ini, nilai volume pembiayaan sudah mencapai Rp 300 miliar, “ ungkapnya, akhir pekan lalu.

Nilai volume itu lebih besar dari target tahun lalu, yakni Rp 90 miliar. Iwa menargetkan  bisa menambah volume hingga 150 kartu pembiayaan tahun depan. Dari volume kartu itu, ditargetkan nilainya mencapai Rp 560 miliar.

Iwa mengaku optimistis target tersebut dapat dicapai mengingat penyedia kartu pembiayaan (vendor) masih sedikit, yakni baru tiga bank, termasuk BNI Syariah. Pada sisi lain, pangsa pasar masih terbuka luas. Dari ketiga vendor kartu pembiayaan itu, jelas dia, ada sekitar 100 ribuan kartu syariah.

Pangsa pasar yang akan ditarget BNI Syariah nantinya berasal dari pemegang kartu pembiayaan floating. Dari pemegang kartu pembiayaan, hanya sekitar 20 persen yang menjadi pangsa pasar pokok syariah, sementara pemegang kartu pembiayaan floating sekitar 50-60 persen. “Kita akan bidik pangsa pasar pokok syariah dan floating hingga 70 persen. Untuk saat ini, pemegang kartu kredit konvensional sebanyak 14,4 juta,” kata Iwa.

Dari ketiga vendor, Iwa merasa yakin dapat meraih pangsa pasar lebih banyak karena diuntungkan dengan menjadi vendor yang lebih dahulu mengeluarkan produk kartu pembiayaan syariah. BNI Syariah pun, kata Iwa, mengembangkan program produktif lain yang bisa meningkatkan kartu pembiayaan seperti franchise untuk yang mau berwirausaha dan program pendidikan.

Program kartu Khasanah yang paling banyak peminat, lanjutnya, berasal dari cicilan umrah. Ke depan, kata Iwa, program pendidikan akan lebih ditingkatkan untuk menarik pengguna kartu Khasanah. “Kita masih fokus di program franchise, umrah, dan pendidikan. Untuk pendidikan ini akan dibesarkan karena biaya pendidikan sekarang sangat mahal, nanti biar bisa dicicil,” ujarnya.

Pengguna program Khasanah masih didominasi karyawan swasta. Transaksi terbesar untuk kartu pembiayaan tersebut untuk kebutuhan sehari-hari (konsumsi) mencapai 70 persen. Pada September ini, BNI Syariah telah mendapat fee dari kartu pembiayaan sekitar Rp 20 miliar. Ditargetkan, fee dapat tercapai hingga Rp 25 miliar pada akhir tahun ini.c01 ed: elba damhuri


Buka Rekening BNI Syariah Bisa Homestay di London


BNI Syariah membuka program homestay di St Andrew's College, London, Inggris. Bekerja sama dengan Indonesia-Britain Education Centre (IBEC), BNI Syariah mematok biaya homestay tersebut mulai dari Rp 25 juta.

Manajer Koordinator Strategi dan Dana BNI Syariah Juniar Mahameru mengatakan, durasi homestay akan memakan waktu hingga 16 hari. Sesi homestay akan dibuka pada 19 Desember 2011 sampai 3 Januari 2012. "Homestay ini untuk anak-anak usia 11 tahun sampai dewasa," ungkapnya di Jakarta, Jumat (30/9).

Biaya homestay tersebut, lanjutnya, sudah termasuk tiket perjalanan pulang-pergi Jakarta-London, biaya kursus 10 hari, biaya akomodasi di homestay, biaya aktivitas di lingkungan kampus hingga pengurusan visa Inggris. Untuk anak-anak, bakal ditempatkan di asrama kampus, sementara untuk dewasa, bakal ditempatkan di keluarga lokal.

Kegiatan selama homestay tidak hanya kursus. Program itu juga menawarkan city tour. "Kita berangkatkan jika ada yang mendaftar sebanyak 15 orang," kata Juniar. Biaya total untuk homestay, menurut Juniar, tidak akan lebih dari Rp 30 juta. Biaya ini bisa dicicil melalui kartu pembiayaan tanpa bunga. "Kita bidik nasabah, baik premium maupun nonpremium, tapi biasanya yang ikut homestay ini, para nasabah premium," ungkapnya.

Manajer Bidang Luar Negeri IBEC Satyadhi Hendra mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan BNI Syariah juga untuk program pendidikan lain. Selain homestay di St Andrew's College, pihaknya menawarkan konferensi minyak dan gas di University of Aberdeen, Skotlandia, pada April 2012. Selain itu, Hendra mengatakan, pihaknya bersama BNI Syariah menawarkan program pendidikan post-graduate certificate di Gloucestershire University. c01 ed: elba damhuri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar