
JAKARTA: Posisi nilai tukar dolar AS menguat terhadap euro,
memperpanjang kenaikan dari minggu lalu di tengah kekhawatiran tentang
perlambatan global.
Dolar naik ke US$1,3349 per euro di awal perdagangan Asia-Pasifik dari
US$1,3387 pada akhir pekan lalu di New York, dan naik ke 77,16 yen dari
77,06 yen. Greenback sedikit berubah terhadap dolar Selandia Baru
menjadi 76,10 sen dari 76,14 sen dan terhadap dolar Australia menjadi
96,62 sen sama seperti sebelumnya.
Dolar dan yen menguat pekan lalu sebagai bukti yang berkembang bahwa
ekonomi global yang melambat sehingga mendorong permintaan investor
untuk mata uang yang dianggap paling aman.
Sebanyak 17 negara Eropa tercatat mengalami penurunan terhadap terhadap
yen lebih dari satu tahun setelah data menunjukkan bahwa penjualan
ritel Jerman turun lebih dari perkiraan ekonom dan belanja konsumen AS
melambat di bulan Agustus.
Dolar Selandia Baru memperpanjang penurunan terhadap dolar AS setelah
Standard & Poor bergabung dengan Fitch Ratings memangkas peringkat
kredit negara itu.
Swiss franc menguat terhadap euro bahkan setelah bank sentral negara itu mengatakan akan mencegah penguatan mata uang. (ln)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar