Jumat, 30 September 2011

Pemerintah cabut status waspada ekonomi Indonesia

JAKARTA. Setelah sempat longsor tajam, kini IHSG dan rupiah perlahan bangkit. Karena itu, pemerintah telah mencabut status waspada pada kondisi ekonomi Indonesia.
Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengungkapkan, langkah mitigasi yang dilakukan oleh pemerintah dengan kerjasama dengan Bank Indonesia sudah terbukti berhasil mengendalikan keterpurukan IHSG dan rupiah. Buktinya, IHSG dan rupiah sudah mulai bangkit. "Posisi yang sejak tanggal 14 September kita canangkan sebagai waspada, mungkin hari ini sudah bisa kita lepas status waspadanya," jelasnya Jum'at (30/9).
Meski pemerintah sudah mencabut status waspada dalam kondisi ekonomi nasional, tapi Agus bilang ke depan pemerintah perlu terus memperhatikan dampak dari gejolak ekonomi dunia, terutama menyangkut beberapa asumsi makro yang sudah disepakati pemerintah dengan Komisi XI DPR RI. Alasannya, pada September ini, perkiraan mengenai pertumbuhan ekonomi dunia sudah mulai beribah.
Ia mencontohkan, proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia tahun ini diturunkan dari 4,4% menjadi hanya 4% hingga akhir tahun ini. Kondisi ini otomatis akan berimbas pada negara berkembang termasuk Indonesia. Tapi, hingga saat ini Agus bilang pemerintah belum akan merevisi strategi pembiayaan di dalam APBNP 2011. Artinya, pemerintah masih akan mengagendakan rencana penerbitan obligasi negara, baik rupiah maupun valas sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan.
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa menjelaskan pergerakan IHSG saat ini sudah cukup bagus. Menurutnya, aksi jual beli saham adalah hal yang wajar dalam perdagangan bursa, terutama ketika tekanan global meningkat. “Itu kan biasa di pasar. Tidak perlu gaduh, tidak perlu binggung. Sekarang kan indeks menguat atau rebound dan capital inflow masuk lagi,” katanya
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar