JAKARTA. Setelah sempat longsor tajam, kini IHSG dan
rupiah perlahan bangkit. Karena itu, pemerintah telah mencabut status
waspada pada kondisi ekonomi Indonesia.
Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengungkapkan, langkah mitigasi
yang dilakukan oleh pemerintah dengan kerjasama dengan Bank Indonesia
sudah terbukti berhasil mengendalikan keterpurukan IHSG dan rupiah.
Buktinya, IHSG dan rupiah sudah mulai bangkit. "Posisi yang sejak
tanggal 14 September kita canangkan sebagai waspada, mungkin hari ini
sudah bisa kita lepas status waspadanya," jelasnya Jum'at (30/9).
Meski pemerintah sudah mencabut status waspada dalam kondisi
ekonomi nasional, tapi Agus bilang ke depan pemerintah perlu terus
memperhatikan dampak dari gejolak ekonomi dunia, terutama menyangkut
beberapa asumsi makro yang sudah disepakati pemerintah dengan Komisi XI
DPR RI. Alasannya, pada September ini, perkiraan mengenai pertumbuhan
ekonomi dunia sudah mulai beribah.
Ia mencontohkan, proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia tahun ini
diturunkan dari 4,4% menjadi hanya 4% hingga akhir tahun ini. Kondisi
ini otomatis akan berimbas pada negara berkembang termasuk Indonesia.
Tapi, hingga saat ini Agus bilang pemerintah belum akan merevisi
strategi pembiayaan di dalam APBNP 2011. Artinya, pemerintah masih akan
mengagendakan rencana penerbitan obligasi negara, baik rupiah maupun
valas sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan.
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa menjelaskan
pergerakan IHSG saat ini sudah cukup bagus. Menurutnya, aksi jual beli
saham adalah hal yang wajar dalam perdagangan bursa, terutama ketika
tekanan global meningkat. “Itu kan biasa di pasar. Tidak perlu gaduh,
tidak perlu binggung. Sekarang kan indeks menguat atau rebound dan
capital inflow masuk lagi,” katanya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar