Kamis, 21 April 2011

Dollar AS tumbang, emas sudah cetak rekor kesembilan kali dalam bulan ini

Dollar AS tumbang, emas sudah cetak rekor kesembilan kali dalam bulan ini
NEW YORK. Harga emas mencetak rekor untuk kesembilan kalinya dalam bulan ini seiring melemahnya dollar AS.
Pelemahan dollar telah memicu permintaan investasi logam mulia sebagai aset alternatif. Perak pun mencapai rekor US$ 45 per ons troy untuk pertama kalinya sejak 1980.

Emas sempat menyentuh level US$ 1.506,50 per ons troy di New York seiring tergelincirnya dollar AS sebesar 1% terhadap enam mata uang utama dunia. Ini level terendahnya selama 16 bulan. Melemahnya dollar AS setelah Standard & Poor's merevisi proyeksi utang jangka panjang AS menjadi negatif. Departemen Keuangan AS memproyeksi utang pemerintah akan mencapai US$ 14,3 triliun hingga 16 Mei, dan kehabisan pilihan untuk menghindari default awal Juli.

Kontrak emas untuk pengiriman Juni naik 0,3% ke level US$ 1.498,90 per ons troy pada pukul 1.37 sore di Comex, New York. Sementara, emas untuk pengiriman segera di London naik 0,6% mencapai rekor US$ 1.506,03 per ons troy.

Analis senior di Kingsview Financial menilai, pernyataan S&P itu seperti kian menekan ketika pasar sudah melemah. Dolar kehilangan statusnya sebagai investasi utama, dan emas menggantikan tempatnya. "Angka dari Departemen Keuangan AS menunjukkan utang tidak dapat dilunasi tanpa melemahkan dolar, sehingga memunculkan ide investor untuk mengoleksi emas," kata Zeman.

Laju harga emas juga didukung permintaan untuk lindung nilai terhadap inflasi. The Thomson Reuters/Jefferies CRB menunjukkan indeks dari 19 komoditas naik 1,7%. Ini menunjukkan ekspektasi inflasi AS mendekati level tertinggi sejak 2008.

"Kekhawatiran inflasi, pelemahan mata uang, utang di kawasan Eropa, serta kerusuhan di Timur Tengah dan Afrika Utara terus memicu permintaan investasi dalam bentuk emas," kata Analis TheBullionDesk.com James Moore di London.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar