Selasa, 19 April 2011

Cadangan minyak nabati global anjlok 25%

JAKARTA: Industri berbasis bahan nabati global terancam oleh menipisnya persediaan komoditas itu yang tahun ini diperkirakan anjlok 25% dari tahun sebelumnya. 

Departemen Pertanian Amerika Serikat, menurut Bloomberg, memprediksi cadangan persediaan minyak nabati global pada 2011 sebanyak 9,39 juta ton atau setara dengan 23 hari permintaan, stok terendah sejak 1974.
Di sisi lain, lonjakan populasi di perkotaan di seluruh dunia diprediksi akan mendorong permintaan industri makanan atas minyak nabati naik 6,1% dari tahun lalu, menjadi sekitar 146,4 juta ton pada tahun ini.
Spesialis Penyediaan Komoditas International Food Products Corp Steve Nicholson mengatakan cadangan persediaan yang kecil dapat membuat harga pangan melejit jika sewaktu-waktu terjadi gangguan dalam produksi produk pertanian.
“Tanpa cadangan dalam persediaan, masalah sekecil apapun dalam pasokan bahan baku industri pangan, akan membuat harga makanan melonjak hingga membuat harga pangan saat ini terlihat murah,” kata Nicholson kepada Bloomberg hari ini.
Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Franky Sibarani menyatakan produsen nasional, saat ini, belum terganggu oleh tipisnya persediaan tersebut.
"Paling besar pengaruhnya adalah kenaikan harga gula dan plastik, tahun ini keduanya bisa mendorong harga produk makanan naik 10%--15%,” kata Franky.
Ketua Umum Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) Sahat Sinaga yakin kebutuhan minyak nabati industri lokal dapat terpenuhi karena jumlahnya kecil dibandingkan dengan produksi Indonesia.
“Jika sewaktu-waktu ada masalah pasokan minyak nabati, produksi kita bisa penuhi kebutuhan industri dalam negeri, meski harganya tentu akan ikut harga internasional,” kepada.
Tahun ini, konsumsi minyak nabati dalam negeri diperkirakan sebanyak 6,25 juta ton, terdiri dari 6,2 juta ton minyak sawit dan 0,5 juta ton minyak kelapa.
Sahat mengungkapkan produksi minyak nabati Indonesia akan mencapai 26,3 juta ton pada 2011, terdiri dari 25 juta ton minyak sawit dan minyak kelapa sebanyak 1,3 juta ton. (hl)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar