JAKARTA: Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) menilai pemerintah masih terlalu lemah dalam memberikan perlindungan terhadap industri dalam negeri, khususnya hubungan bilateral dengan China.
Direktur Eksekutif Aptindo Ratna Sari Loppies mengatakan meski tepung terigu tidak termasuk dalam barang yang diperdagangkan pada perjanjian perdagangan bebas Asean China, sebagai pelaku usaha dia mengaku prihatin dengan kondisi industri dalam negeri yang terkena dampak negatif dari kesepakatan bilateral tersebut.
Menurut dia, pemerintah harus tegas dalam upaya perlindungan industri dalam negeri, khususnya di sektor riil yang lebih memiliki mutipliereffect terhadap perekonomian negara.
Dia menilai pemerintah hanya melihat pertumbuhan ekonomi nasional dari sisi makro. Padahal, saat ini pertumbuhan positif hanya terjadi pasar modal dan bukan pada industri di sektor riil.
"Saya mengaku prihatin terhadap kondisi yang menimpa industri dalam negeri, pemerintah harus tegas dalam membarikan upaya perlindugan terhadap industri dalam negeri, hal itu dapat ditunjukkan dengan melakukan negosiasi yang berpihak pada industri lokal,” ujarnya.(yn)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar