Senin, 25 April 2011

BI diminta pacu bank realisasikan swap mata uang

JAKARTA : Pemerintah meminta Bank Indonesia mendorong bank-bank komersial di bawah supervisinya untuk merealisasikan perjanjian bilateral pertukaran mata uang dengan sejumlah negara mitra dagang Indonesia.


Menteri Keuangan Agus D. W. Martowardojo menilai sudah saatnya fasilitas swap mata uang direalisasikan, tidak hanya dengan China, tetapi juga dengan negara-negara tetangga yang menjadi mitra dagang Indonesia. Hal itu menjadi domain dari Bank Indonesia selaku pengawas perbankan untuk bisa mendorong pemanfaatan dari semua perjanjian swap tersebut.

“Kalau misalnya ada persyaratan, terms of condition, yang belum dilakukan, itu harus terus diupayakan [BI] agar terwujud. Karena itu baik. Untuk itu, BI harus mengarahkan itu (mplementasi perjanjian swap] pada bank-bank komersial, karena bank-bank itu di bawah supervisi BI,” ujar dia di kantornya, siang ini.

Bilateral swap agreement adalah sebuah fasilitas bantuan keuangan jangka pendek dalam bentuk penukaran mata uang asing (foreign exchange swap) yang bertujuan untuk memperkuat cadangan devisa negara yang mengalami kesulitan neraca pembayaran jangka pendek.

Perlu diketahui, Indonesia secara bilateral telah membentuk Bilateral Swap Currency Arrangement (BSCA) dan Bilateral Swap Agreement (BSA) Asean-China melalui Asean + 1 dan Asean+ 3 bersama Korea Selatan dan Jepang.

Terkait BCSA dengan China, Bank Indonesia dan The People`s Bank of China  telah menyepakatinya pada 23 Maret 2009, tetapi sampai saat ini belum terimplementasi.

Kerja sama yang diteken itu merupakan kerjasama Rupiah/Renmimbi swap line yang setara dengan Rp175 triliun/RMB100 miliar dan berlaku efektif selama 3 tahun dengan kemungkinan perpanjangan atas persetujuan kedua belah pihak.

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan meminta Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan untuk segera merealisasikan BCSA antara Indonesia dan China. Implementasi dari fasilitas pertukaran mata uang tersebut diharapkan bisa meningkatkan perdagangan kedua negara melalui penggunaan Yuan dan Rupiah.(mmh)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar