NEW YORK. Kontrak harga minyak dunia mengalami penurunan kemarin malam. Melorotnya harga minyak dunia terjadi setelah data yang dirilis pemerintah AS menunjukkan adanya suplai minyak yang lebih banyak ketimbang prediksi seiring melorotnya permintaan minyak ke level terendah dalam empat bulan.
Catatan saja, data yang dirilis Departemen Energi AS menunjukkan, cadangan minyak AS naik 2,95 juta barel menjadi 355,7 juta barel pada minggu lalu. Sementara, hasil survei Bloomberg memprediksi, cadangan minyak akan naik sebanyak 1,5 juta barel.
"Suplai di pasar minyak AS berkecukupan. Permintaan bensin saat ini lebih rendah dibanding tahun lalu. Saya mensinyalir, tingginya harga minyak membuat permintaan konsumen melorot," jelas Jason Schenker, President of Prestige Economics di Texas.
Pada pukul 14.36 waktu New York, kontrak harga minyak untuk pengantaran cepat turun 52 sen sehingga bertengger di level US$ 104,27 per barel di NYMEX. Dengan demikian, harga minyak sudah melonjak sebesar 27% dibanding tahun lalu.
Catatan saja, data yang dirilis Departemen Energi AS menunjukkan, cadangan minyak AS naik 2,95 juta barel menjadi 355,7 juta barel pada minggu lalu. Sementara, hasil survei Bloomberg memprediksi, cadangan minyak akan naik sebanyak 1,5 juta barel.
"Suplai di pasar minyak AS berkecukupan. Permintaan bensin saat ini lebih rendah dibanding tahun lalu. Saya mensinyalir, tingginya harga minyak membuat permintaan konsumen melorot," jelas Jason Schenker, President of Prestige Economics di Texas.
Pada pukul 14.36 waktu New York, kontrak harga minyak untuk pengantaran cepat turun 52 sen sehingga bertengger di level US$ 104,27 per barel di NYMEX. Dengan demikian, harga minyak sudah melonjak sebesar 27% dibanding tahun lalu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar