Kamis, 31 Maret 2011

Rupiah Bisa Capai Rp8.500 per dolar AS

JAKARTA--MICOM: Managing Director Head, Asia Pacific Economic and Market Analysis CITI Johanna Chua memprediksi penguatan rupiah bisa mencapai level Rp8.500 per dolar AS.

"Dalam jangka panjang masih dimungkinkan dan menurut perkiraan kami rupiah bisa mencapai Rp8.500-Rp8.700," ujarnya pemaparan CITI Indonesia menuju Investment Grade di Jakarta, Rabu (30/3).

Ia mengatakan, penguatan rupiah akan terus berlanjut namun Bank Indonesia (BI) diprediksi akan melakukan intervensi karena akan terlalu berisiko apabila volatilitas rupiah terlalu tinggi.

"Ini pemaparan konservatif karena diprediksi penguatan masih berlanjut dan BI tidak mau berisiko apabila rupiah terlalu volatilitas," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, pengamat ekonomi INDEF Aviliani bahkan memprediksi rupiah dapat menguat hingga kisaran Rp7.000 per dolar AS tanpa intervensi BI.

"Kalau dibiarkan lepas, rupiah sebenarnya bisa mencapai Rp7.000 tahun ini," ujarnya. Namun, apabila terlalu dibiarkan menguat, hal tersebut akan memberatkan pasar ekspor Indonesia dan tidak mengherankan BI mengambil langkah intervensi sehingga saat ini rupiah stabil pada kisaran Rp8.700 per dolar AS.

"Ini mengingat ekspor dan impor, makanya rupiah ditahan. Jadi ini dilakukan untuk proteksi perdagangan," ujarnya. Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Rabu (30/3) pagi menguat tujuh poin menjadi Rp8.713 dibanding posisi terakhir Rp8.720.

Pengamat pasar uang dari David Sumual mengatakan BI masih menjaga mata uang rupiah di level Rp8.700 per dolar AS, salah satunya untuk menjaga inflasi ke level bawah, dengan demikian hal itu dapat membuat harga barang-barang impor akan turun.

"Barang impor kebanyakan bahan pokok, menguatnya rupiah maka harga pangan juga dapat lebih murah. Sehingga, naiknya inflasi karena harga bahan pangan naik dapat ditekan," ujarnya. (Ant/rn/OL-01)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar