Kamis, 31 Maret 2011

Bank BTN salurkan KPR pola baru Rp700 miliar

JAKARTA: PT Bank Tabungan Negara Tbk pada Januari hingga Februari 2011 telah merealisasikan kredit kepemilikan rumah dengan pola fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan sebanyak 10.257 unit senilai Rp700 miliar.


Direktur Utama PT BTN Tbk, Iqbal Lantanro mengatakan pembiayaan pembangunan perumahan tersebut berasal dari dana yang berasal dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dan pembiayaan internal perusahaan.

“Selama Januari hingga Februari tahun ini kami telah merealisasikan KPR dengan pola FLPP sebanyak 10.257 unit senilai Rp700 miliar. Sejak FLPP diluncurkan pada Oktober 2010 hingga Desember 2010,  BTN telah menyalurkan FLPP bagi 18.772 unit rumah sejahtera (RS) dengan total dana mencapai Rp1 trilun,” kata Iqbal kepada pers, hari ini.

Menurut Iqbal rendahnya realisasi KPR pada Januari hingga Februari karena terganjal biaya perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB). Lebih lanjut Iqbal menjelaskan PT BTN Tbk optimis dapat memenuhi target tahun ini untuk menyalurkan FLPP bagi 120.000 unit rumah sejahtera senilai Rp4,7 triliun.

Sekadar informasi, komposisi program FLPP, 60% berasal dari dana APBN yang disalurkan oleh Badan Layanan Umum Pusat Pembiayaan Perumahan, sementara 40% nya berasal dari dana intenal perusahaan.

Tahun ini Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) menargetkan untuk menyalurkan dana FLPP bagi 210.000 unit RS. Penyaluran ini akan dibagi kepada beberapa bank penyalur. Sampai dengan bulan ini Kemenpera telah menandatangani perjanjian kerjasama operasional dengan BTN dan Bukopin.

BTN menargetkan akan menyalurkan FLPP bagi 120.000 unit RS, sementara Bukopin menargetkan akan menyalurkan FLPP bagi 50.000 unit RS. Sisanya sebanyak 40.000 unit akan disebar melalui beberapa bank daerah dan bank BUMN lain yang telah mengajukan minat pada Kemenpera.

Pada tahun ini, kata Iqbal, BTN masih memfokuskan pada pertumbuhan kredit di bidang perumahan dengan pertumbuhan di atas rata-rata industry yaitu 25% hingga 30%.

Menurut dia dengan memperhatikan potensi pasar dan permintaan akan rumah yang terus tumbuh, BTN optimis bidang pembiayaan perumahan akan terus menjanjikan dan memberikan kontribusi yang besar.

Pada 2010 kredit dan pembiayaan BTN tumbuh 26,56% dari Rp40,73 triliun pada tahun sebelumnya menjadi Rp51,55%. Kredit dan pembiayaan tersebut masih didominasi oleh kredit perumahan sebesar 90,9% dan 9,1% untuk kredit non perumahan.

“Kami ingin tetap mempertahankan posisi BTN sebagai market leader dalam pembiayaan perumahan karena hal ini merupakan amanah dari pemegang saham serta kami memiliki expertise dan pengalaman di bidang itu,” imbuh Iqbal.

Lebih lanjut Iqbal menuturkan BTN berencana untuk menyebar resiko dalam 2 tahun hingga 3 tahun ke depan akan mengupayakan agar perbandingan antara kredit perumahan dengan kredit non perumahan yaitu 85% dan 15%.

Hal tersebut, kata dia, karena kredit perumahan tidak mempunyai nilai margin yang tinggi karema persaingannya besar. Sebaliknya kredit non perumahan seperti kredit usaha rakyat (KUR), kredit perorangan dan kredit modal lain yang berhubungan dengan varia dapat memberikan margin usaha yang lebih besar. (gak)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar