Kamis, 31 Maret 2011

KS jajaki pinjaman US$600 juta

JAKARTA: PT Krakatau Steel Tbk mencari pinjaman sekitar US$500 juta – US$600 juta untuk tambahan dana pembangunan pabrik blast furnace di Cilegon senilai Rp4,8 triliun.
Direktur Keuangan Krakatau Steel Sukandar mengatakan pembangunan pabrik itu diharapkan dapat rampung pada 2013. Saat ini, pihaknya sedang menjajaki pinjaman dengan Export Credit Agency.

Dia menegaskan pabrik dengan kapasitas sekitar 1,5 juta ton per tahun itu tersebut berbeda dari proyek pabrik patungan yang dibangun oleh BUMN baja itu dengan perusahaan baja Korea Pohang Iron and Steel Corporation (POSCO).

“Kami kan sedang membangun pabrik baru di Cilegon, itu pengerjaannya kami sendiri. Untuk pendanaannya kami sedang mencari pinjaman dari Export Credit Agency sekitar US$500 juta – US$600 juta. Itu untuk kebutuhan 3 tahun kedepan,” ujarnya hari ini.

Dia mengatakan selain dengan pinjaman dari Export Credit Agency, pihaknya juga akan menggunakan dana dari kredit komersial perbankan, namun Sukandar tidak mengetahui persis berapa komposisinya.

“Selain dari Export Credit Agency, kami juga akan cari pinjaman dalam bentuk commercial loan. Komposisinya belum tahu berapa, tapi mostly dari Export Credit Agency,” jelasnya.


Sementara itu, untuk kinerja perseroan pada 2010, emiten dengan kode KRAS ini memang mengalami peningkatan laba bersih sebesar 114,83% menjadi Rp1,06 triliun, pendapatan perseroan turun 12,18% menjadi Rp14,85 triliun pada tahun lalu.

Sukandar menjelaskan penurunan pendapatan tersebut disebabkan adanya penurunan produksi sekitar 8,5% karena adanya penyelesaian fasilitas produksi hot strip mill (HSM) serta penurunan harga jual rata-rata baja pada tahun lalu sebesar 4,8%.

“Pendapatan kami turun karena ka nada pemasangan HSM, jadi produksi kami turun sekitar 8,5% pada Oktober-November 2010. Selain itu harga rata-rata baja juga turun 4,8%,” ungkapnya.

Namun, lanjutnya, seiring dengan selesainya fasilitas produksi HSM, diharapkan produksi perseroan dapat meningkat.

Berdasarkan catatan Bisnis, pada tahun ini, Krakatau Steel ini akan menggenjot produksi baja canai panas (hot rolled coils/HRC) menjadi sekitar 2 juta ton dari tahun sebelumnya sebesar 1,8 juta ton dan produksi baja canai dingin (cold rolled coils/CRC) diharapkan dapat bertambah menjadi sekitar 450.000 ton pada tahun ini dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang diperkirakan sekitar 400.000 ton. (htr)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar