JAKARTA: PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) berencana mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) untuk pembangkit listrik, paling tidak sekitar 1,5 juta kiloliter dari penggunaan tahun ini sekitar 9 juta kl.
“Kalau 2010, penggunaan BBM untuk pembangkit itu masih 18% atau sekitar 9 juta kiloliter. Tahun baru ini [2011] akan kita harapkan berkurang paling tidak 1,5 juta kiloliter atau hanya 10% saja karena harga minyak mentah naik terus,” tutur dia, akhir pekan.
Menurut Dahlan, pada dasarnya pengurangan pemakaian BBM untuk pembangkit perusahaan listrik pelat merah itu sudah dimulai sejak beberapa waktu lalu dengan memperbanyak penggunaan batu bara.
Selain biaya produksi listrik batu bara lebih murah, jelas dia, bahan bakar tersebut juga jauh lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan penggunaan BBM. Sejauh ini, lanjut dia, penggunaan batu bara pembangkit PLN sudah mencapai sekitar 40% dari total penggunaan energi primer secara keseluruhan.
Dia memperkirakan kebutuhan penggunaan batu bara pembangkit listrik perseroan akan semakin meningkat. Ini sejalan dengan target penambahan pasokan 5.000 megawatt (MW) di pulau Jawa pada 2011.
“Kalau nanti pasokan 5.000 MW itu sudah masuk, maka penggunaan batu bara akan bertambah pada 2011.”
Di sisi lain, Kementerian ESDM mencatat realisasi subsidi listrik di 2010 membengkak sekitar Rp7,7 triliun menjadi Rp62,8 triliun atau 114% dari alokasi dana subsidi listrik Rp55,1 triliun.
Selain akibat peningkatan kebutuhan listrik yang di atas perkiraan, penyebab pembengkakan subsidi tersebut juga disebabkan oleh tidak tercapainya rencana pasokan gas untuk pembangkit, tertundanya megaproyek 10.000 MW tahap I, serta pengurangan pemadaman listrik.
Akan tetapi, untuk 2011, Kementerian ESDM akan mengupayakan penambahan kapasitas pembangkit sebesar 6.248 MW, bagian dari megaproyek percepatan 10.000 MW tahap I, sehingga tercapai target rasio elektrifikasi 70,4%.
Selain itu, kementerian tersebut juga memastikan pelaksanaan proyek-proyek pembangunan pembangkit 10.000 MW tahap II akan terlaksana mulai 2011, serta memastikan pasokan eneri primer untuk proyek pembangkit bisa terpenuhi pada 2011. (aph)
Direktur Utama PLN Dahlan Iskan mengemukakan pengurangan penggunaan BBM untuk pembangkit itu, terkait dengan kondisi harga minyak mentah dunia yang terus mengalami kenaikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar