Selasa, 04 Januari 2011

Hambatan Investasi Tetap Jadi Perhatian

JAKARTA (SINDO) – Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan,upaya mengatasi berbagai hambatan investasi akan tetap menjadi perhatian pemerintah pada 2011.

Pemerintah akan menyelesaikan berbagai kendala yang selama ini menghambat investasi. ”Yang menjadi kebijakan pada 2011,yang bersifat bottle neck(hambatan) terus diselesaikan untuk mendorong investasi,” tutur Hatta Rajasa dalam jumpa pers awal tahun bersama menteri-menteri bidang ekonomi di Jakarta kemarin. Hatta menyebutkan, upaya mengatasi berbagai hambatan,misalnya, dilakukan dengan penyempurnaan dan penyiapan aturan bidang infrastruktur.

Dia mengatakan,pemerintah tengah menyiapkan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) sebagai pelaksanaan dari Undang-Undang (UU) tentang Perumahan,termasuk RPP tentang Rumah Susun.”Kami juga akan berusaha menyelesaikan pembahasan RUU Pengadaan Lahan,penyiapan RPP terkait UU tentang Persampahan, serta RPP terkait UU tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya,”ungkapnya. Menurut Hatta, pemerintah juga terus menyempurnakan upaya mengatasi banjir, baik di Jakarta maupun di daerah seperti di Daerah Aliran Sungai Bengawan Solo.

Di bidang telekomunikasi antara lain pembangunan jaringan serat optik. Di bidang transportasi antara lain pemeliharaan jalan sepanjang 35.000 km dan jembatan sepanjang 121 km, perluasan Pelabuhan Tanjung Priok, dan peningkatan kapasitas jalan tol. Selain itu, perluasan Bandara Ahmad Yani Semarang dan pembangunan bandara internasional di Lombok. Pada bidang energi, pemerintah akan mulai melaksanakan tender percepatan pengadaan listrik 10.000 mw tahap II dengan tender proyek 2x1.000 mw di Jawa Tengah.

”Diversifikasi energi terus dilakukan antara lain mendorong penggunaan gas untuk transportasi dan penghematan penggunaan BBM,” tutur Hatta. Di sisi lain,arus modal asing terus mengalir ke Indonesia sejalan dengan perbaikan iklim investasi dan regulasi yang pro investasi. ”Arus modal masuk ke investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) mencapai USD12 miliar dan ke portofolio sebesar USD16 miliar. Ini mendukung perekonomian kita,”ungkap Hatta.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan, pemerintah akan meyakinkan agar arus modal masuk yang selama ini lebih banyak di portofolio masuk ke sektor riil. ”Kita akan meyakinkan dengan melaksanakan program-program yang mendorong pengalihan ke sektor riil, termasuk melalui insentif fiskal,”tuturnya.

Agus juga menuturkan, pemerintah mendorong perusahaan untuk masuk ke pasar modal atau menerbitkan saham kembali maupun menerbitkan obligasi dalam rangka mendukung pengembangan usaha. ”Ada tiga BUMN yang siap melakukan penawaran saham perdana dalam waktu dekat,” ungkap mantan Direktur Utama Bank Mandiri ini. (bernadette lilia nova/ sandra karina/ant)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar