Pemerintah siap mempercepat target-target dan capaian pertumbuhan ekonomi nasional di tahun-tahun mendatang. Target yang diusung pemerintah salah satunya adalah Indonesia bisa masuk dalam jajaran 10 negara dengan produk domestik bruto (PDB) terbesar di dunia.
Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Wakil Kepala Bappenas Lukita Dinarsyah Tuwo menuturkan, roadmap rencana percepatan tersebut akan dijabarkan dalam bentuk dokumen perencanaan yang segera disusun. Rencana percepatan ini di bawah koordinasilangsungMenteriKoordinator Perekonomian Hatta Rajasa. Sementara itu, Bappenas bertugas menjabarkan dan menerjemahkan roadmap tersebut dalam bentuk dokumen perencanaan.
“Dalam dokumen ini akan banyak bicara mengenai perekonomian nasional. Sementara mengenai perkembangan internasional belakangan ini untuk menentukan langkah dan strategi percepatan perekonomian kita,”ungkap Lukita di Jakarta kemarin. Dia memaparkan, arah dan sasaran yang ingin dicapai pemerintah dalam percepatan perekonomiannasional adalah masuk dalam jajaran 10 besar negara dengan pertumbuhan tertinggi di dunia.
Dengan demikian,pemerintah bertekad merealisasikan target pertumbuhan ekonomi 7–8% dalam waktu singkat. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010–2014, target pertumbuhan 7–8% akan dicapai pada 2014.“Menjadi 10 besar optimistis. Sekarang saja kita bisa pacu dan menyinergiskan sehingga target tersebut bisa segera dan bahkan bisa lebih cepat,” tandas Lukita.
Namun, upaya tersebut harus dilakukan dengan simultan mulai dari percepatan penyediaan infrastruktur. Pengamat ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM) Tony Prasetiantono mengungkapkan,Indonesia memerlukan fondasi perekonomian yang memiliki visi jangka panjang jika menginginkan pertumbuhan ekonomi di level lebih tinggi.
“Selama ini pemerintah hanya fokus pencapaian jangka pendek dan menengah. Padahal ekonomi harus berjangka panjang, tidak bisa hanya lima tahun ke depan,”tuturnya kemarin.Dengan visi jangka panjang, bukan hal yang mustahil untuk mencapai tingkat pertumbuhan antara 7–8% dengan PDB sebesar USD1 triliun. (wisnoe moerti)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar