Rabu, 13 Oktober 2010

Utang pemerintah dalam yen membengkak

Oleh: Hendri T. Asworo
JAKARTA: Pinjaman luar negeri pemerintah dalam mata uang Yen Jepang membengkak seiring dengan penguatan mata uang itu terhadap dolar AS karena kontribusi utang Negeri Sakura itu mencapai 30% dari total utang Indonesia.
Kepala Biro Hubungan Masyarakat Bank Indonesia Difi A. Johansyah mengatakan selama 2010, mata uang yen Jepang cenderung menguat terhadap dolar AS dengan tren penguatan yang semakin besar sejak pertengahan tahun.

"Apresiasi yen Jepang telah berdampak pada peningkatan posisi pinjaman luar negeri Indonesia yang seolah olah menjadi naik karena dihitung dalam valuta dolar AS," ujarnya dalam keterangan tertulis, hari ini.

Pada kuartal II/2010, BI mencatat utang Indonesia dalam bentuk yen mencapai US$29,9 miliar, naik sebesar US$1,4 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu US$28,5 miliar.

Kenaikan utang dalam denominasi yen dalam urutan ketiga setelah mata uang dolar AS dan lainnya yang masing-masing naik US$3,78 miliar dan US$11,48 miliar menjadi US$37,38 miliar serta US$24,77 miliar.

Total utang Indonesia pada paruh pertama tahun ini mencapai US$105,69 miliar atau naik sebesar US$17,48 miliar ketimbang periode yang sama tahun lalu US$88,15 miliar.

Berdasarkan data Bloomberg hari ini, dalam sebilan bulan tahun ini mata uang yen mengalami penguatan cukup signifikan menjadi 82,07 per dolar AS dibandingkan dengan awal tahun ini 93,04 per dolar AS.

Menurut Difi, dampak penguatan yen terhadap dolar AS tidak banyak berpengaruh pada posisi pinjaman luar negeri swasta, mengingat pangsa rata-rata pinjaman luar negeri swasta dalam bentuk yen relatif kecil, hanya sekitar 7,6%. (hwi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar