JAKARTA: Pemerintah segera menawarkan sejumlah proyek infrastruktur pembangunan enam koridor ekonomi kepada investor Jepang pada acara lawatan ke Negeri Sakura itu.
Hatta Rajasa, Menteri Koordinator Perekonomian, mengatakan kunjungan ke Jepang itu dalam rangka menghadiri Japan-Indonesia Economy Forum (JIEF) yang berlangsung pada 14 - 16 Oktober.
Menurut dia, dalam pertemuan bilateral tersebut akan dibahas mengenai beragam isu ekonomi, termasuk upaya penyediaan infrastruktur di Tanah Air.
"Saya mengingingkan ada sesuatu yang kongkret, langsung terhadap pembangunan infrastruktur. Kita ambil dulu dari enam koridor ekonomi, kita ambil modelnya jawa dulu deh. Jawa , Jabodetabek dulu," jelas dia, hari ini.
Dia menjelaskan investor Jepang berkomitmen utnuk membantu meneruskan pembangunan enam koridor ekonomi. Pembangunan infrastruktur tersebut akan dimulai dengan mengerjakan proyek sistem transportasi massal (mass rapid transit/MRT) di wilayah Jabodetabek.
Bila studi enam koridor ekonomi itu dianggap selesai, Hatta menyatakan pihaknya mengharapkan implementasi. "Saya inginkan itu, dan itu saya sudah sampaikan ke Dubes. Tolong sampaikan ke Jepang supaya agenda itu muncul," jelas dia.
Sebagaiman diketahui pemerintah berencana untuk membangun enam wilayah koridor ekonomi di antaranya pantai timur Sumatra, Pantai Utara Jawa, Kalimantan, Sulawesi Barat, Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Papua.
Koridor ekonomi adalah lingkup kawasan yang sedang ingin dibangkitkan kegiatan ekonominya.
Proyek yang dibangun di koridor ekonomi itu meliputi sejumlah hal seperti infrastruktur tol, pelabuhan hingga ke pembangunan bidang perdagangan, produksi, dan jasa. Pembangunan koridor ekonomi bertujuan meningkatkan mobilitas barang, jasa, dan orang dari satu daerah ke daerah lain. (hwi)
Hatta Rajasa, Menteri Koordinator Perekonomian, mengatakan kunjungan ke Jepang itu dalam rangka menghadiri Japan-Indonesia Economy Forum (JIEF) yang berlangsung pada 14 - 16 Oktober.
Menurut dia, dalam pertemuan bilateral tersebut akan dibahas mengenai beragam isu ekonomi, termasuk upaya penyediaan infrastruktur di Tanah Air.
"Saya mengingingkan ada sesuatu yang kongkret, langsung terhadap pembangunan infrastruktur. Kita ambil dulu dari enam koridor ekonomi, kita ambil modelnya jawa dulu deh. Jawa , Jabodetabek dulu," jelas dia, hari ini.
Dia menjelaskan investor Jepang berkomitmen utnuk membantu meneruskan pembangunan enam koridor ekonomi. Pembangunan infrastruktur tersebut akan dimulai dengan mengerjakan proyek sistem transportasi massal (mass rapid transit/MRT) di wilayah Jabodetabek.
Bila studi enam koridor ekonomi itu dianggap selesai, Hatta menyatakan pihaknya mengharapkan implementasi. "Saya inginkan itu, dan itu saya sudah sampaikan ke Dubes. Tolong sampaikan ke Jepang supaya agenda itu muncul," jelas dia.
Sebagaiman diketahui pemerintah berencana untuk membangun enam wilayah koridor ekonomi di antaranya pantai timur Sumatra, Pantai Utara Jawa, Kalimantan, Sulawesi Barat, Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Papua.
Koridor ekonomi adalah lingkup kawasan yang sedang ingin dibangkitkan kegiatan ekonominya.
Proyek yang dibangun di koridor ekonomi itu meliputi sejumlah hal seperti infrastruktur tol, pelabuhan hingga ke pembangunan bidang perdagangan, produksi, dan jasa. Pembangunan koridor ekonomi bertujuan meningkatkan mobilitas barang, jasa, dan orang dari satu daerah ke daerah lain. (hwi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar