Kamis, 14 Oktober 2010

RI Tuan Rumah Audit Pengelolaan Hutan

SEBANYAK 15 negara anggota International Organization of Supreme Audit Institution (INTOSAI) selama dua hari pada 11-12 Oktober 2010 membahas bersama audit pengelolaan hutan di Yogyakarta. Sejumlah negara seperti Bangladesh, Belize, Bhutan, China, Malaysia, Nepal, Thailand, Bostwana, Kenya, Lesotho, Tanzania, Uganda, Zambia, dan Zimbabwe itu mengirimkan auditor untuk meningkatkan kapasitas pemeriksaan pengelolaan hutan di masing-masing negara.

"Kepesertaan berbagai negara dari kawasan Asia, Afrika, dan Karibia itu menunjukkan besar keinginan mereka meningkatkan profesionalitas auditor dan institusi guna pengelolaan hutan," kata Hadi Poernomo, Ketua Badan Pemeriksa Keuangan RI saat membuka acara INTOSAI Development Initiatives Transregional Programme on Environmental Audit Forestry (IDI-WGA) di Yogyakarta, Senin (11/10).
Sebagai tuan rumah, Badan Pemeriksa Keuangan RI bersama negara Brasil dan Afrika Selatan disebutkan selama ini aktif sebagai anggota steering commitee dalam kegiatan INTOSAI. Bahkan dalam pertemuan terakhir di Guilin China, Juni 2010, dipimpin Anggota IV BPK RI, Ali Masykur Musa, BPK ditetapkan sebagai Ketua Tim Kerja Penyusunan Guidance Material on Auditing Forests, anggota Sub Komite Penyusunan Guidacne Material on Auditing Climate Change. Juga partner dalam pemeriksaan berkaitan perubahan iklim bersama 13 anggota INTOSAI WGA.
Ali Masykur Musa, anggota IV BPK menjelaskan sesuai tugas, untuk audit lingkungan ada kewenangan memeriksa perubahan aspek lingkungan. Di tingkat dunia, ada forum besar yaitu perkumpulan badan pemeriksa masing-masing negara. "Ada dua teknologi audit yang bisa dipakai. Berbasis teknologi Geographical Information System (GIS) dan remote sensing."
Metode ini memudahkan auditor memetakan area yang ditetapkan dalam tahap perencanaan audit, membantu mengumpulkan dan analisis bukti audit pada tahap pekerjaan lapangan. Sekaligus meningkatakan efektivitas laporan. Forum pertemuan di Yogyakarta, BPK akan berbagi pengalaman dan mengajarkan teknis penggunaan teknologi ini dalam kunjungan ke hutan Wanagama UGM di Wonosari. Much Faturochman

Tidak ada komentar:

Posting Komentar