Senin, 18 Oktober 2010

Membungkus si Energi Ramah Lingkungan

INGIN tetap ramah lingkungan tetapi tak mau direpotkan dengan penggunaan energi surya? Jika ya Bloom Energy mungkin bisa membantu Anda. Perusahaan yang berdiri di kawasan Silicon Valley, California, Amerika Serikat (AS) ini menyediakan bahan bakar energi surya yang ditampung dalam kotak.

Alat yang diluncurkan Februari lalu ini, bekerja dengan mengubah udara dan bahan bakar natural ke bentuk listrik melalui proses kimia listrik. Kotak Bloom Energy dibandrol seharga US$700,000 hingga US$800.000, dimana setiap kotak dapat menyediakan energi listrik 100 kilowatt atau cukup untuk memasok listrik bagi 100 rumah kebanyakan di AS. Dengan harga itu maka tak mengherankan selain perusahaan, mereka yang tertarik menggunakan kotak energi ini adalah kalangan selebriti kaya seperti seorang dengan rumah yang sangat luas di Los Angeles hingga Kansas yang ingin menjaga rumahnya tetap hangat terutama untuk menghangatkan anjingnya di musim dingin.
Sejauh ini konsumen awal adalah Google Inc, eBay Inc, Coca Cola Co, FedEx Corp, serta Staples Inc. Pemimpin Eksekutif Bloom Energy KR Sridhar mengatakan kini pihaknya sedang membidik supermarket Wall Mart sebagai pelanggan selanjutnya. "Saat supermarket ini menggunakan kotak kami sebagai sumber energi listriknya, maka saat itulah pengakuan (dunia, Red) didapat," katanya kepada Reuters.
Mantan penasihat NASA yang juga direktur Universitas Space Technologies Laboratory di Arizona ini mengatakan temuannya akan kotak energi datang ketika ia "bermain-main" dengan teknologi yang akan digunakan di planet Mars.
Kotak Bloom sudah 8 tahun dalam pengembangan dan perusahaan ini telah mengumpulkan lebih dari US$400 miliar dari investor termasuk perusahaan listrik Silicon Valley, Kleiner Perkins Caufield & Byers, Morgan Stanley, NEA, serta Northgate Capital.
Lalu apa rencana ke depan? Untuk memenuhi pesanan, Bloom Energy akan memproduksi satu kotak energi per hari. Dikatakan Sridhar menjalani bisnis seperti yang ia lakukan memang tak mudah. Pasalnya, lantaran perusahaan ini bergantung pada teknologi baru, maka membangun rantai suplai untuk memasukkan energi masih sulit. "Sejalan dengan rantai suplai yang meningkat, maka kita pun harus meningkatkan. Tidak ada alasan kapasitas internal sebagai penghambat. Kita harus melakukan itu untuk mencapai target kita," katanya.
Perusahaan dengan 500 pekerja ini kini memiliki 50 kotak yang telah bekerja dan diharapkan jumlah itu akan tumbuh dua kali lipat di akhir tahun. Sridhar berharap ke depan perusahaannya dapat memproduksi lebih banyak kotak energi untuk memenuhi permintaan yang ia sebut permintaan sehat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar