Minggu, 17 Oktober 2010

Kinerja Ekspor Mulai Bersinar

Neraca Perdagangan , Pertumbuhan Produk Karet Meningkat Tajam
Semula banyak yang pesimistis dengan kinerja ekspor 2010. Maklum, karena beberapa negara tujuan utama masih belum selesai mengatasi dampak krisis keuangan. Situasi menjadi agak runyam karena implementasi kerja sama perdagangan bebas di kawasan ASEAN dan China tak bisa ditunda-tunda. Tak cuma itu, pemerintah sampai pada Juli lalu masih merasa belum percaya diri.

Apalagi, beberapa lembaga internasional, seperti Bank Dunia atau IMF, selalu melansir pertumbuhan ekonomi global masih akan melambat karena dibayangi dampak krisis fiskal Eropa. Akibatnya, kinerja ekspor sedikit terhambat, sementara impor justru terus meningkat dan defisit neraca perdagangan berpotensi untuk terus terjadi, bahkan sampai 2011.

Namun, di tengah pergulatan antara kekhawatiran dan waktu yang terus berjalan, pada awal Oktober lalu Badan Pusat Statistik (BPS) membuat kejutan. Betapa tidak, ternyata nilai ekspor Indonesia pada Agustus 2010 memperoleh nilai tertinggi sepanjang sejarah, yaitu sebesar 13,71 miliar dollar AS. Nilai tersebut naik 29,99 persen dibandingkan September tahun lalu dan naik 9,76 persen dibandingkan Juli 2010.

Ekspor dengan rekor tertinggi sebelumnya diraih pada Desember 2009, yaitu sebesar 13,35 miliar dollar AS. Tak mau kehilangan kesempatan untuk membangun optimistis bangsa, Kementerian Perdagangan kemudian memperjelas kinerja ekspor nonmigas sampai Agustus 2010 juga menggembirakan, yakni mencapai 11,8 miliar dollar AS atau naik 1,2 miliar dollar AS dari bulan sebelumnya.

“Penguatan kinerja ekspor periode Agustus 2010 didorong oleh meningkatnya ekspor produk industri sebesar 14,7 persen dari bulan sebelumnya, dan lebih tinggi 38 persen dibandingkan dengan bulan yang sama tahun 2009,” kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu di Jakarta, awal Oktober lalu.

Ibu Menteri kemudian menyatakan dengan pencapaian Agustus tersebut, maka ekspor kumulatif nonmigas periode Januari-Agustus 2010 mengalami peningkatan 36,3 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. “Moving average annual growth rate periode September 2009 sampai Agustus 2010 mengalami kenaikan 26,3 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya,” ujarnya.

Dia menjelaskan membaiknya kinerja ekspor nonmigas ditunjang oleh semakin terdiversifikasinya produk ekspor yang ditunjukkan oleh menurunnya pangsa 10 produk utama, digantikan oleh produkproduk lainnya. “Kecuali kopi, seluruh komoditas ekspor utama lainnya menunjukkan pertumbuhan yang kuat baik yang berbasiskan pertanian, pertambangan, maupun manufaktur,” paparnya.

Pada kesempatan lain, Ibu Menteri mengungkapkan, selama lima tahun terakhir, peranan China, Korea Selatan, Malaysia, dan India semakin besar sebagai negara tujuan ekspor utama Indonesia. Ini artinya dominasi negara-negara tradisional seperti Amerika dan Uni Eropa perlahan-lahan mulai bergeser, tergantikan dengan peran dari negara lainnya.

Pertumbuhan di pasar-pasar nontradisional tersebut cukup membantu Indonesia, apalagi ketika negara-negara tujuan utama menghadapi krisis. “Jadi kita tidak hanya mengandalkan pasar utama saja. Masih ada pasar negara lain yang terus tumbuh. Itu pentingnya diferensiasi pasar tujuan ekspor yang kita lakukan,” tuturnya.

Produk Manufaktur

Sekalipun beberapa negara maju masih terkendala krisis, bangkitnya perekonomian dunia mendorong meningkatnya permintaan produk ekspor manufaktur. Terbukti, selama 2010 ekspor produk manufaktur Indonesia mengalami peningkatan yang signifi kan sebesar 34, persen setelah pada 2009 mengalami kontraksi sebesar 25,1 persen.

“Selama 8 bulan pertama tahun 2010 nilai ekspornya naik menjadi 61,4 miliar dollar AS,” ungkap Mendag. Meningkatnya nilai ekspor manufaktur didorong oleh menguatnya kinerja ekspor beberapa produk. Ekspor produk karet, misalnya, meningkat tajam selama periode Januari-Juli 2010, yakni sebesar 103,9 persen.

Sementara itu, ekspor produk otomotif naik 46,1 persen, kakao naik 41,5 persen, produk hasil hutan naik 36, persen dan alas kaki naik 33,1 persen.
ind/E-8

Tidak ada komentar:

Posting Komentar