Minggu, 17 Oktober 2010

Eksplorasi Pertambangan Panas Bumi U$S237 Juta

DUA Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) proyek geotherma atau panas bumi di Gunung Tampomas Kabupaten Sumedang dan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat (Jabar) mulai dieksplorasi Maret 2011. Dua proyek U$S237 juta itu dibiayai Pemprov Jawa Barat (Jabar) melalui BUMD Jasa sarana dan rekanan swasta lokal.

 
Direktur Utama PT Jasa Sarana, Soko Sandi Buwono mengatakan, sesuai rencana akhir 2010, dua WKP di Jabar sudah selesai dalam proses izin usaha
pertambangan (IUP), survei fisik, survei geologi, dan survei secara science selesai.
“Potensi panas bumi yang dimiliki Jabar sekitar dua persen potensi yang ada di
dunia. Jadi sangat besar, hingga Pemprov Jabar serius dan bersama rekanan lokal akan mengembangkan potensi panas bumi untuk pemenuhan kebutuhan listrik di Indonesia,” katanya kepada wartawan di Bandung, Jumat (15/10).
 
Potensi kedua WKP panas bumi itu minimal akan menghasilkan masing-masing pasokan listrik ke PT PLN 40 megawatt (MW) atau total 80 MW. Finalisasi segala persyaratan akan selesai Desember 2010. Pada Maret 2011 rencana mulai eksplorasi. “Lama eksplorasi seperti proses pemboran (drilling) dan lain-lain memerlukan waktu dua tahun dan diperkirakan pada 2014 sudah bisa memproduksi listrik untuk kebutuhan PLN. Ini bagian dari target pemenuhan listrik 10.000 MW tahap I yang dicanangkan pemerintah pusat.”
 
PT Jasa Sarana, dalam proyek ini menyertakan investasi 40 persen, 55 persen
rekanan lokal PT Wijaya Karya Jabar Power (WKJP) dan lima persen saham dari PT RMI. “Sedang di WKP panas bumi Cisolok Sukabumi, PT Jasa Sarana memiliki saham 55 persen dan rekanan PT Jabar Rekind Geothermal 45 persen. Sudah saatnya kita memberdayakan potensi lokal oleh kalangan internal di Jabar.”
 
Sesuai rencana, Pemprov Jabar tahun 2011 akan membuka 11 lokasi WKP panas bumi di berbagai wilayah. Dirut PT WKJP, Antono Satio Prakoso mengatakan, potensi panas bumi yang dimiliki titik sumur-sumur di WKP Gunung Tampomas diperkirakan mencapai 50-60 MW. Potensi pasti dapat dilihat dari hasil eksplorasi sumur mulai Maret 2011. Bisa saja potensi bertambah. Namun, mereka memperkirakan potensi minimal akan menghasilkan listrik 40 MW.
 
“Areal WKP di bagian timur kaki Gunung Tampomas dan seluas enam kilometer persegi. Meski titik-titik sumur geothermal hanya seluas satu sampai hektare. Proyek ini senilai U$S110 juta.”
 
Dirut PT Jabar Rekind Geothermal, Avian Widyasmono memaparkan, luas areal WKP Cisolok 15.580 hektare dengan nilai proyek U$S127 juta. Namun sedikit kendala terkait tumpang tindih wilayah WKP Cisolok. Dalam
SK Menhut No.175 Tahun 2003, 10 Juni 2003, WKP Cisolok sebagian
masuk hutan produksi terbatas dan hutan konservasi. Lalu, 4 Juli 2003, SK Menhut kembali muncul No.195 Tahun 2003 menyatakan, WKP Cisolok juga masuk ke wilayah taman nasional Gunung Halimun. “Ini yang sempat
jadi kendala.”
 
Dia berharap, ke depan masalah bisa diselesaikan. Sesuai Undang-undang,
tidak diperbolehkan ada kegiatan di wilayah Taman Nasional Gunung Halimun.
Menurut dia, sekitar sekitar 15 persen lokasi WKP Cilosok ada di taman nasional itu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar