Minggu, 17 Oktober 2010

Bank Mandiri Garap Kredit UMKM

DIREKTUR Komersial dan Bisnis Bank Mandiri Sunarso mengatakan, PT Bank Mandiri Tbk akan lebih serius menggarap sektor kredit usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Adapun, kredit korporasi yang sekarang menjadi andalan Bank Mandiri, menurut Sunarso, secara berangsur akan diimbangi oleh pembiayaan bagi UMKM.


"Kami tidak meninggalkan segmen korporasi. Tapi kami akan lebih mengembangkan sektor konsumer Dan UMKM. Jika sektor korporasi tingkat pertumbuhannya ditargetkan moderat 13 hingga 15 persen, maka penyaluran kredit di sektor UMKM ditargetkan tumbuh di atas 30 persen," kata Sunarso di sela-sela acara ‘Media Training Prospek Ekonomi dan Tantangan Industri Perbankan 2011' di Bandung, Jawa Barat, Jumat (15/10).

Oleh karena itu, lanjut Sunarso, Bank Mandiri akan melakukan ekspansi dengan menambah jaringan kantor cabang dan unit usaha mikro maupun kios mikro.

Menurut Sekretaris Perusahaan Sukoriyanto Saputro, untuk kredit mikro, hingga saat ini, Bank Mandiri telah memiliki 144 kantor cabang pembantu, 891 unit mikro, dan 377 kios mikro.
Rencananya, pada 2011 akan ditambah lagi sebanyak 250 kantor cabang pembantu, 70 unit mikro, dan 200 kios mikro. "Ini semua rencana pembukaan kantor di tahun 2011," katanya.

Sukoriyanto menambahkan, saat ini, total kredit mikro yang telah disalurkan Bank Mandiri mencapai Rp5,7 triliun. "Sampai saat ini total kredit mikro (yang telah disalurkan Bank Mandiri) Rp5,7 triliun. Kalau tahun depan bisa mencapai dua kali lipat, bahkan lebih," ujar dia.

Sementara itu, Sunarso menjelaskan, pihaknya memilih untuk lebih mengembangkan sektor mikro, yang selama ini menjadi fokus Bank BRI dan Danamon, karena dipengaruhi keinginan untuk membukukan akumulasi laba lebih besar.

Pasalnya, kredit untuk bisnis mikro ini mendatangkan keuntungan paling besar bagi bank, dengan bunga kredit sektor ini yang bisa mencapai 30-40 persen.

Akan tetapi, lanjut Sunarso, perseroan tidak menginginkan jika hanya tumbuh dari sektor kredit bunga tinggi (baik kredit usaha mikro maupun konsumtif) saja. Pasalnya, jika sektor ini digenjot terus-terusan bisa mengakibatkan bubble dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

Oleh karena itu, menurutnya, Bank Mandiri tetap mengincar tiga sektor utama yang tumbuh luar biasa di Indonesia, yakni sektor pangan (sawit), energi (batu bara), dan infrastruktur. Widyasari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar