Proteksi Pasar
TOKYO – China sebaiknya menghentikan perannya untuk memperluas investasinya ke Amerika Serikat (AS). Permintaan itu disampaikan Lakshmi Mittal, chairman sekaligus chief executive perusahaan baja terbesar di dunia, ArcelorMittal, Senin (11/10).
“Anda tidak dapat berharap kepada pelaku bisnis di AS (Amerika Serikat) untuk mengendurkan (rencana investasi oleh perusahaan China) bila upaya mereka (pebisnis AS) berinvestasi di China menghadapi rintangan (dari pemerintah),” kata Mittal.
Mittal menambahkan dalam pasar bebas seperti saat ini, tak ada seorang pun yang mampu menghentikan ekspansi pebisnis dari China untuk memperluas pengaruhnya ke luar negeri. Meski demikian, dia menambahkan, Beijing harus lebih mengendurkan lagi aturan terhadap perusahaan asing yang ingin berinvestasi di China.
“Harus ada kebijakan dua arah,” tegasnya. Desakan itu muncul di tengah perselisihan di AS terkait rencana Anshan Iron and Steel (Ansteel), produsen baja terbesar di China, yang ingin bergabung dalam proyek kerja sama pembangunan pabrik di Mississippi senilai 168 juta dollar AS.
Perusahaan baja berpelat merah itu meneken kesepakatan dengan Steel Development Company yang berbasis di Mississippi pada September lalu untuk membangun konstruksi lima pabrik do AS. Namun, rencana itu ditentang keras sebagian besar anggota legislatif AS.
Sedikitnya 50 anggota legistalif mengirimkan surat resmi kepada Presiden Barack Obama dan Menteri Keuangan Timothy Geithner berisi desakan untuk menginvestigasi kesepakatan itu.
Menurut mereka, investasi China itu akan mengancam ketahanan nasional dan lapangan kerja di AS. Di pihak lain, Pemerintah China berulang kali mengecam tindakan dari dari anggota legislatif AS.
Beijing mendesak AS memperlakukan perusahaan China secara adil dan tidak memolitisasi rencana kerja sama itu. Sejumlah analis menilai China menerapkan dumping terhadap perusahaan asing.
Menurut mereka, China memiki aturan yang melarang perusahaan non-China untuk mengambil alih mayoritas kepemilikan di sektor-sektor strategis, termasuk industri baja.
Sementara itu, produsen migas China, CNOOC Ltd, sepakat untuk membeli 75 persen saham ladang migas Shale di AS milik Chesapeake Energy Corp senilai 1,1 miliar dollar AS.
Akuisisi ini merupakan uji pasar yang dilakukan perusahaan China setelah mereka gagal mengakuisisi Unocal pada 2010. Kesepakatan itu ditargetkan rampung pada akhir tahun ini. Dalam beberapa tahun ke depan, Chesapeake rencananya akan menaikkan produksi di ladang migas itu hingga empat miliar barel minyak.
Saat ini, Chesapeake mengoperasikan sedikitnya 10 sumur minyak atau rig di Eagle Ford. Namun, dengan adanya tambahan modal dari CNOOC, perusahaan energi AS itu akan menaikkan aktivitas produksinya menjadi 12 rig pada akhir 2012 mendatang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar