Indikator Ekonomi
KUALA LUMPUR — Malaysia diperkirakan akan menghadapi defisit anggaran pada 2010 sebesar 5,6 persen, sesuai dengan target sebelumnya. Untuk itu, pemerintah negeri jiran itu siap melakukan konsolidasi anggaran lebih jauh lagi pada 2011. Keberhasilan konsolidasi anggaran pada 2010 dan 2011 akan membuka jalan bagi Malaysia untuk mewujudkan target pemangkasan defisit anggaran hingga 2,5 persen dari produk domestik bruto (PDB) pada 2015 mendatang.
“Kami berhasil mencapai target defisit sebesar 5,6 persen pada tahun ini lantaran pemerintah telah mengurangi belanjanya. Ini membuat kami berada pada jalur untuk mencapai target (defisit) lebih rendah lagi pada 2011,” ungkap sumber Pemerintah Malaysia, Selasa (12/10).
Target defisit pemerintah dalam tahun ini sesuai dengan ekspektasi analis. Hasil jajak pendapat terhadap sejumlah ekonom oleh Reuters menyebutkan proyeksi defisit Malaysia pada 2010 sebesar 5,4 persen dari PDB dan pada 2011 sebesar 4,5 persen. “Ini juga mengindikasikan bahwa target pertumbuhan PDB untuk tahun depan akan berada pada posisi 6 persen. Target pertumbuhan kemungkinan dapat melebihi target.
Tapi, kami sekarang menghadapi kondisi perekonomian global yang tak menentu,” ungkap sumber pemerintah lainnya. Malaysia merupakan salah satu negara ekonomi di Asia yang sangat bergantung pada sektor perdagangan. Ekspor Malaysia ke beberapa negara di kawasan Asia diperkirakan naik meskipun data terakhir menyebutkan pertumbuhan produksi dan ekspor di negara itu tengah melambat.
Selain itu, investasi asing sektor manufaktur yang disetujui Pemerintah Malaysia pada 2009 anjlok 52 persen menjadi 22,1 miliar ringgit atau sekitar 6,9 miliar dollar AS karena dampak pelemahan ekonomi global. Tahun ini Pemerintah Malaysia menargetkan total investasi sektor manufaktur sebesar 40 miliar ringgit atau 12,5 miliar dollar AS, naik 22,7 persen dibandingkan 2009.
Defisit anggaran Malaysia mulai membengkak sebelum krisis finansial global pada 2008 lalu sehingga memunculkan kekhawatiran soal peringkat utangnya kendati kekhawatiran itu akan terkurangi bila negeri jiran berhasil mengatur konsolidasi defisitnya. Pada Juli lalu, Fitch menurunkan peringkat utang Malaysia menjadi “A” setelah pada 2009 rating Malaysia berada di posisi “A-plus”.
Momentum Hilang Sementara itu, perekonomian Filipina diperkirakan bakal meningkat 7 persen pada kuartal III-2010. Namun, beberapa analis memprediksikan perekonomian Filipinan akan kehilangan momentum hingga akhir 2010 seiring dengan melambatnya pertumbuhan ekspor negara itu. Ekspor Filipina meningkat 37 persen dalam delapan bulan pertama 2010.
Tingkat ekspor negara itu mencatatkan rekor tertinggi pada Agustus lalu sebesar 4,74 miliar dollar AS lantran ditopang kenaikan ekspor barang elektronik dan semikonduktor. Meski demikian, sejumlah analis memperkirakan pertumbuhan ekspor Filipina bakal melambat karena dipengaruhi penguatan kurs peso dan pertumbuhan global yang lemah.
“Saya tak terlalu optimistis tentang pencapaian ekspor Filipina. Eksportir sekarang menghadapi tantangan ganda dari permintaan eksternal yang melambat dan kenaikan peso,” papar Sherman Chan, ekonom HSBC.
mad/AFP/Rtr/E-3
Tidak ada komentar:
Posting Komentar