Perdagangan Efek I Investor Haus Pasokan Saham Emiten Baru
Penguatan pasar saham dan tingginya minat in vestor mendorong saham-saham IPO domestik tahun ini mencatat kinerja ce merlang dan memberikan keuntungan tinggi.
JAKARTA – Kinerja saham perdana emiten baru yang masuk ke bursa pada tahun ini cukup mengesankan dan mampu memberikan keuntungan (capital gain) yang cukup tinggi. Hal ini sejalan dengan kinerja bursa yang naik signifikan.
Selama periode Januari – September 2010, terdapat sekitar 12 perusahaan yang masuk Bursa Efek Indonesia (BEI). Dari seluruh emiten baru tahun ini, tercatat tingkat keuntungan (capital gain) rata-rata saham IPO (initial public offering) mencapai sekitar 25,58 persen.
Bahkan, dalam perdagangan hari pertama, saham-saham perdana tersebut ditutup menguat rata-rata sekitar 30,67 persen. Ini memang lebih rendah dibanding kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) yang menguat sekitar 38 persen.
Pengamat pasar modal, Willy Sanjaya, mengatakan kinerja positif saham perdana 2010 tersebut dipicu oleh tingginya minat investor terhadap sahamsaham IPO.
Hal ini terlihat dari aktivitas penawaran umum saham perdana yang selalu mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) yang cukup tinggi di pasar perdana. “Bahkan, investor terus mem buru di pasar sekunder.
Tak heran jika mereka selalu membukukan keuntungan (capital gain) di hari pertama perdagangannya,” katanya di Jakarta, Minggu (17/10).
Menurut Kepala Riset Mandiri Sekuritas Ari Pitoyo, sebelumnya, investor saat ini mengalami kekurangan pasokan saham baru dari emiten yang berkualitas.
Kondisi ini ditunjang harga perdana yang ditawarkan ke publik yang dinilai relatif masih murah. Para pemodal pun terus memburu saham-saham baru itu.
Bahkan, fenomena yang menarik akhir-akhir ini adalah tingginya permintaan terhadap saham-saham IPO domestik juga datang dari kalangan investor asing.
Mereka memburu saham IPO tidak hanya di pasar perdana, tetapi juga di pasar sekunder. Hal itu terlihat dari kinerja saham perdana Bank Jabar Banten Tbk.
Saham berkode BJBR ini langsung menguat 50 persen ke level 900 rupiah dari harga perdana sebesar 600 rupiah pada pencatatan perdana. Masih Menguat Berdasarkan data Stock- Watch, kinerja saham perdana Evergreen Invesco Tbk mencatat capital gain terbesar hingga hampir 70 persen. Selanjutnya Bank Jabar Banten Tbk mencapai 50 persen. “Karena harga saham IPO yang dinilai murah.
Khusus untuk saham BPD Jabar Banten adalah karena mereka termasuk salah satu saham yang paling diminati oleh investor asing.
Apalagi dia belum memiliki kompetitor selaku BPD,” kata Willy. Bahkan, saham-saham IPO itu masih memiliki potensi menguat ke depannya.
”Seiring dengan banyaknya aksi korporasi yang akan mereka lakukan, semakin besar pula kemungkinan untuk nilai saham nya berkembang,” ujar Ge ma Merdeka Goeryadi, analis UOB Kay Hian Securities.
ayi/E-1
Tidak ada komentar:
Posting Komentar