PROYEK fasilitas pengolahan dan Scotia Gas Networks, telah diselesaikan baru-baru ini di Oxfordshire, sebuah propinsi di Inggris. Seperti dilansir dalam laman planethijau.com, fasilitas yang mengolah limbah dari 14 juta pelanggan Thames Water, sebuah perusahaan air bersih, tersebut telah diresmikan oleh Sekretaris Energi dan Perubahan Iklim Inggris, Chris Huhne.
Fasilitas tersebut merupakan satu-satunya dan yang pertama di Inggris, dimana penduduk bisa memasak dan memanaskan rumah mereka dengan gas yang didapat dari kotoran sekaligus menunjukkan kemajuan energi terbarukan di Inggris.
Sebanyak 14 juta pelanggan Thames Water memanfaatkan air bersih sebagai keperluan mereka sehari-hari, seperti mencuci, mandi dan termasuk membilas kotoran di dalam toilet. Limbah cair tersebut mengalir menuju pengolahan limbah di Didcot, sebuah kota di propinsi tersebut, untuk segera diolah atau didaur ulang.
Sementara limbah yang masih padat atau berbentuk lumpur harus masuk terlebih dulu di tangki pemanas berukuran besar. Di tangki ini proses pencernaan oleh bakteri tanpa kehadiran udara terjadi dan mengurai limbah tersebut menjadi biogas. Biogas tersebut belum bisa langsung digunakan meskipun sebenarnya bisa, karena harus dibersihkan lebih lanjut agar tidak ada partikel atau bakteri lain yang ikut terbawa sebelum memasuki 200 rumah penggunanya.
Dibutuhkan kurang lebih 20 hari mulai dari terbilasnya kotoran hingga menjadi biogas yang bersih dan bisa dimanfaatkan. Di Inggris saat ini sudah tersedia 9.600 fasilitas pengolahan limbah yang jika siap mengolah limbah dari seluruh populasi. Jika asumsi setiap orang di Inggris menghasilkan limbah kering kotoran sebanyak 30 kg per tahun, maka kebutuhan gas untuk 200.000 rumah setiap tahunnya akan tercukupi.
Bahkan, sebuah studi oleh perusahaan jaringan gas di Inggris juga melaporkan bahwa sebesar 15% kebutuhan domestik gas bisa disuplai dari biometan pada tahun 2020.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar