Rabu, 13 Oktober 2010

Minyak dekati US$82 per barel

Oleh: Bloomberg
SYDNEY: Minyak mentah diperdagangkan mendekati level US$82 per barel setelah jatuh untuk hari kedua di New York di tengah-tengah spekulasi menguatnya persediaan minyak AS pada level tinggi selama tiga bulan pekan lalu.

Harga minyak mentah melemah kemarin sebelum dirilisnya laporan Departemen Energi AS yang mungkin akan menunjukkan kenaikan persediaan minyak sebesar 1,4 juta barel menjadi 362,3 juta.

Menteri Perminyakan Arab Saudi Ali al-Naimi menyatakan bahwa pasar minyak global telah seimbang pada awal pekan ini. Arab Saudi merupakan negara anggota OPEC yang merupakan produsen minyak terbesar.

“Permintaan akan bahan bakar melemah sementara persediaan minyak tinggi. OPEC juga mengirimkan sinyal bahwa mereka akan mempertahankan kuota dan hal ini mungkin akan menyebabkan pasar menjadi lesu semata-mata agar surplus pasokan minyak secara keseluruhan tetap terjaga,” ungkap Tim Evans, analis energi di Citi Futures Perspective di New York.

Harga kontrak minyak mentah untuk pengiriman November berada pada level US$81,74 per barel atau menguat 7 sen di bursa komoditas New York Mercantile Exchange pada pukul 9:39 waktu Sydney. Harga kontrak yang sempat menyentuh level tinggi dalam lima bulan yaitu US$84,43 pekan lalu, melemah 0,7% kemarin menjadi US$81,67.

Harga kontrak minyak mentah jenis brent untuk pengiriman November di bursa berbasis London ICE Futures melemah 22 sen atau 0,3% kemarin menjadi US$83,50 per barel.

Departemen Energi melaporkan pekan lalu bahwa persediaan minyak mentah menanjak 0,9% menjadi 360,9 juta barel pada periode mingguan yang berakhir 1 Oktober. Total persediaan bahan bakar mencapai 1,14 miliar barel atau 0,4% lebih rendah dari rekor pada 17 September.

Para menteri dari Organisasi Pengekspor Minyak (OPEC) akan mengadakan pertemuan di Vienna pekan ini seraya mengindikasikan bahwa mereka tidak akan mengubah target produksi yang berlaku sekarang. OPEC meningkatkan prediksi permintaan minyak untuk 2010 pada hari ini sebesar 100.000 barel menjadi 85,59 juta. Level ini dibandingkan dengan target tahun lalu sebesar 84,46 juta.

Sandrine Toerstad, pimpinan analis pasar di Statoil ASA, produsen minyak dan gas terbesar di Norwegia memprediksikan bahwa permintaan minyak akan tumbuh 1,5 juta barel tahun ini dan 1,4 juta barel pada 2011.

Sementara itu, pasokan dari negara-negara non OPEC diprediksikan akan tumbuh 925.000 barel per hari tahun ini dan 100.000 barel pada 2011. (T02/ln)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar