Kamis, 14 Oktober 2010

Asia Pasifik topang pertumbuhan orang kaya dunia

Oleh: Hendri T. Asworo
JAKARTA: Negara kawasan Asia Pasifik menopang pertumbuhan orang kaya dunia dalam satu dekade terakhir dengan kontribusi mencapai 60%. Adapun total kekayaan global yang dimiliki 4,4 miliar orang telah mencapai US$195 triliun pada tahun ini.

Berdasarkan publikasi The Credit Suisse Research Institute berjudul Laporan Kekayaan Global (Global Wealth Report), dalam satu dekade terakhir kekayaan orang dewasa tumbuh 72% menjadi US$195 triliun.

“Didorong oleh ekspansi ekonomi di negara-negara berkembang, kami memperkirakan kekayaan global akan meningkat 61% menjadi US$315 triliun pada 2015,” tulis laporan tersebut seperti diterima Bisnis, kemarin.

Pada bagian kelas menengah orang kaya itu terdiri dari satu miliar penduduk dunia yang berdomisili di negara dengan tingkat pertumbuhan ekonomi tercepat dan menguasai seperenam, atau US$32 triliun dari kekayaan global.

Secara keseluruhan, hampir sekitar 60% atau 587 juta orang di bagian tengah piramida berdomisili di Asia Pasifik. China tercatat sebagai negara penghasil orang kaya terbesar ketiga di dunia, tertinggal dari AS dan Jepang. Adapun 35% di Perancis sebagai negara terkaya Eropa.

Laporan Kekayaan Global itu disusun pada pertengahan 2010 di lebih dari 200 negara. Laporan itu disusun Credit Suisse Research Institute bekerjasama dengan Profesor Anthony Shorrocks dan Jim Davies, dua ahli dalam bidang kekayaan rumah tangga global.

“Tujuan kami merilis Laporan Kekayaan Global perdana ini adalah untuk menginformasikan hasil penelitian tentang kekayaan paling komprehensif di dunia,” kata Walter Berchtold, Chief Executive Officer Private Banking Credit Suisse.

Chief Executive Officer Asia Pacific Credit Suisse Osama Abbasi mengatakan laporan tersebut memastikan bahwa negara di kawasan Asia Pasifik mendominasi konsumen baru kelas menengah dunia dan menjadi faktor pendorong pertumbuhan kekayaan dunia.

"China adalah pasar kekayaan terbesar ketiga di dunia. Ekspansi ekonomi di pasar utama lainnya di Asia Pasifik yang berarti bahwa pertumbuhan kekayaan rumah tangga telah mencapai sekitar 10 kali lipat dari laju pertumbuhan global,” ujarnya.

Laporan tersebut juga menyediakan data mengenai analisa investasi top-down yang utama serta kekhawatiran global terkini tentang utang pemerintah. Dalam hal ini US$45 triliun utang pemerintah secara global merepresentasikan kurang dari seperempat kekayaan rumah tangga dunia yang mencapai US$195 triliun. (yus)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar