Oleh: Hendri T. Asworo
JAKARTA: Perbankan mulai mengamankan pasokan likuiditas untuk mengantisipasi kenaikan giro wajib minimum awal bulan depan menyusul diterbitkannya Peraturan Bank Indonesia (PBI) No 12/ 19 /PBI/2010 tentang Giro Wajib Minimum (GWM) bank umum dalam rupiah dan valuta asing.
Direktur Manajemen Risiko Bank Mandiri Sentot A. Sentausa mengatakan tiap bank mulai menerapkan strategi masing-masing untuk menjaga kecukupan likuiditas menjelang penerapan kebijakan GWM.
Menurut dia, dalam jangka pendek likuiditas di pasar akan berkurang sejalan dengan upaya bank menjaga kebutuhannya.
“Pasti likuiditas di pasar berkurang, tiap bank akan berusaha untuk menjaga liquidity buffer-nya,” ujarnya kepada Bisnis, kemarin.
Wadirut Bank Jasa Jakarta Lisawati mengatakan bank-bank mulai mengamankan pasokan likuiditas untuk memenuhi ketentuan GWM dengan mencairkan surat berharga seperti SBI dan surat utang negara.
“Strategi bisa macam-macam, tapi yang jelas ditempatkan di manapun jatuh temponya harus sebelum 1 November. Beberapa bank menahan penempatan dana di SBI. Kalau kami sebelumnya sudah menempatkan dana di term deposit," katanya.
Berdasarkan hasil lelang SBI yang digelar Bank Indonesia per 13 Oktober 2010, bank sentral hanya menyerap dana dari perbankan sebesar Rp38,01 dari target indikatif yang ditetapkan Rp62 triliun.
Padahal pada lelang bulan sebelumnya dana yang diserap mencapai Rp64,134 triliun, melebihi pagu indikatif yang ditetapkan sebesar Rp60 triliun. (yus)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar