Kamis, 02 September 2010

Pertamina Suplai Energi Panas Bumi

PT Pertamina Geothermal Energi akan menyuplai energi panas bumi untuk pembangunan listrik 10.000 megawatt tahap dua. Panas bumi akan diproduksi dari sumur Ulubelu, Lampung, Lumut Balai, Sumatera Selatan dan Lahendong, Sulawesi Utara. Direktur Utama PT Pertamina Agustiawan, Pertamina akan menyediakan sekitar 20 megawatt pada 2011. Proyek di Lahendong akan dimulai tahun depan.
Pada Rabu (1/9) pagi, Wakil Presiden Boediono memimpin rapat terbatas tentang pengembangan listrik dari panas bumi di Kantor Wakil Presiden, Jalan Kebon Sirih Raya, Jakarta Pusat. Juru Bicara Wakil Presiden Yopie Hidayat mengatakan akan dikeluarkan peraturan presiden sebagai payung hukum bagi PT. PLN dalam pembelian listrik dari hasil pembangkit listrik panas bumi serta berbagai prosedur terkait sehingga diharapkan proses pembelian bisa lebih cepat. Karena salah satu hambatan dalam penyelenggaraan listrik adalah prosedur pembelian listrik dari pembangkit panas bumi.

"Jadi kalau ini semua sudah beres diharapkan tahapan pembelian ini bisa segera jalan, kontraknya diteken dan tentu saja bisa bisa menambah pasokan listrik yang berasal dari energi yang bersih ini," katanya. Yopie mengatakan, Perpres akan diselesaikan pada minggu ini. "Pada minggu ini juga deadlinenya akan masuk. Pada saat nanti setelah Perpres ini selesai akan menyelesaikan banyak persoalan," katanya. Pada proyek pembangunan listrik 10.000 megawatt tahap dua yang ditargetkan selesai pada 2014, sekitar 3.900 megawatt berasal dari energi panas bumi. n Rizky Adrianti Pohan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar