Kamis, 02 September 2010

Manufaktur China Menguat

BEIJING(SINDO) – Manufaktur China reboundpada bulan Agustus sehingga menghapus kekhawatiran adanya penurunan pada semester II/2010.Namun,melemahnya permintaan global bisa berdampak ke China.

Hasil survei indeks belanja manajer (PMI) dari HSBC menunjukan manufaktur China naik menjadi 51,9 poin dari posisi Juli sebesar 49,4 poin. Secara terpisah, survei yang dilakukan Pemerintah China –Federasi Logistik dan Pembelian China (CFLP)– menunjukan aktivitas manufaktur Agustus menguat menjadi 51,7 poin dari satu bulan sebelumnya di 51,2 poin.

Angka di atas 50 menggambarkan bahwa suatu sektor berekspansi, sementara di bawah 50 berarti turun. Indeks harga saham gabungan di bursa Sanghai, yang meliputi saham A dan B,naik 0,74% menjadi 2.658,36 setelah survei PMI diumumkan. Analis pemerintah Zhang Liqun berpendapat reboundmoderat di manufaktur menggambarkan tidak akan ada koreksi besar pada perekonomian China.

Perekonomian Negeri Panda melambat di kuartal II/2010 dengan tumbuh 10,3% dibandingkan 11,9% pada kuartal I. Perlambatan ini merupakan dampak dari upaya pemerintah untuk menghambat lonjakan harga di pasar properti. Kuatnya pesanan domestik menggambarkan tingkat bisnis baru di manufaktur meningkat secara moderat pada Agustus.

“Secara umum kenaikan tenaga kerja terpusat pada pasar domestik. Bisnis ekspor baru turun selama tiga bulan berturut-turut,”papar Qu. “Responden yang melaporkan penurunan tajam pada pesanan luar negeri berkontribusi pada pelemahan tipis pada permintaan pasar eksternal.”

Analis memperingatkan sektor manufaktur akan menghadapi pelemahan permintaan pada pasar utama di semester II/2010, yaitu Amerika Serikat (AS) dan Eropa. AS saat ini sedang berjuang untuk pulih dari resesi sementara Eropa berupaya menyelesaikan krisis utang. “Saat ini bukan saatnya untuk merayakan keberhasilan.

Kami memprediksi China akan mengalami pelemahan moderat pada semester II/2010.Namun,pelemahan permintaan eksternal, terutama dari AS dan Eropa merepresentasikan potensi risiko penurunan besar dalam bulan-bulan mendatang,” ujar analis senior pasar negara berkembang Royal Bank of Canada di Hong Kong Brian Jackson.

Eropa Terendah dalam Enam Bulan

Pemulihan sektor manufaktur swasta di kawa-san zona euro mencapai rekor terendah dalam enam bulan terakhir pada Agustus lalu, akibat masih melemahnya pertumbuhan terutama di Yunani. Data firma riset Markit kemarin menyebutkan, indeks belanja manajer sektor manufaktur (purchasing manager index/PMI) di 16 negara pengguna mata uang euro melambat menjadi 55,1 poin,lebih rendah dibanding Juli yang mencapai 56,7.

Perlambatan terjadi di semua indikator kecuali pesanan baru. Menurut Markit, ekspansi sektor manufaktur terkuat terjadi di Jerman,Belanda,Austria dan Prancis, meski pasar tenaga kerja di dua negara itu masih lemah. “Jika dibandingkan,pemulihan di Eropa semuanya membaik kecuali Yunani,” ujar ekonom senior Markit Rob Dobson. Sekadar diketahui, tingkat pengangguran di Jerman pada Agustus lalu masih tetap di level 7,6% dari total angkatan kerja.

Persentase tersebut setara dengan 3,19 juta orang,tidak jauh berbeda dengan bulan sebelumnya. Sementara di kawasan Uni Eropa, pada Juli lalu tingkat penganggurannya mencapai 9,6% atau ekuivalen dengan 23 juta orang. Sementara itu, di Inggris, Markit yang melakukan survei bersama Chartered Institute of Purchasing and Supply Manufacturing, menyatakan terjadi penurunan indeks PMI dari semula 56,9 di bulan Juli menjadi 54,3 poin pada Agustus.

Menurut analis, indeks PMI di Inggris bulan lalu merupakan yang terendah sejak November 2009 karena ada beberapa sektor yang per tumbuhannya melambat. Hal ini memberikan sinyal kepada Bank Sentral Inggris (Bank of England/ BOE) untuk mempertahankan tingkat suku bunga di level terendah 0,5% dalam beberapa bulan ke depan.

“Kami berharap perlambatan sektor manufaktur di Inggris masih akan berada di jalurnya hingga 2010,” kata Dobson seperti dikutip The Telegraph. Optimisme Markit pada pemulihan di Inggris dilandaskan pada kinerja perekonomian kuartal II/2010 yang tumbuh 1,2%. Meski demikian,Markit mewaspadai pelemahan yang terjadi di sektor konsumsi domestik akibat diberlakukannya program penghematan pada sektor publik untuk mengurangi defisit anggaran. Pelemahan juga terjadi di Swiss,yang pada bulan lalu indeks PMI-nya turun menjadi 61,4 dari semula 66,9 poin. (AFP/yanto kusdiantono)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar