Kamis, 02 September 2010

Utang Jatuh Tempo PGN USD1,148 M

JAKARTA (SINDO)-PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) memiliki utang jatuh tempo sebesar USD1,148 miliar. Bunga rata-rata dari utang ini adalah 2,6% per tahun.

Direktur Keuangan PGN Riza Pahlevi menuturkan 56,5% dari total utang tersebut merupakan utang dalam mata uang dolar AS. Sementara sisanya sebanyak 43,5% merupakan utang dalam mata uang yen.”Pinjaman tersebut mempunyai jangka waktu panjang,” jelasnya dalam paparan publik di Jakarta,baru baru ini. Riza menjelaskan, dari total utang tersebut, sekitar 51% merupakan utang dengan bunga mengambang.

Dan sebanyak 49,3% merupakan utang dengan bunga flat. ”Sementara ini kami belum punya rencana pendanaan untuk pelunasan. Rata-rata bunganya 2,6% itu kompetitif,” imbuhnya. Utang tersebut,lanjut dia,dijaminkan dengan proyek jaringan pipa gas di Jawa Barat serta proyek jaringan lainnya yang digarap BUMN tersebut. Dia menambahkan, sebagian kecil dari total utang tersebut dipergunakan untuk membiayai belanja modal (capital expediture/- capex) perseroan.

Pada 2010 ini, perseroan menganggarkan capex sebesar USD200-250 juta. ”Dananya sebagian kita ambil dari dana internal, dan sebagian lagi dari utang yang tadi,”jelasnya. Sementara itu, Direktur Utama PGN Hendi Prio Santoso menuturkan jika volume penjualan gas perseroan pada tahun 2011 mendatang bakal bertambah menjadi 960 juta kaki kubik (mmscfd),dari sekarang yang sebesar 897 mmscfd.

”Ada dari volume yang direalisasikan dari hak PGN untuk memasok,”jelasnya. Menurut dia, lonjakan gas yang dipasoknya tersebut tidak akan tumbuh significan. Sehingga diproyeksikan tahun ini dan tahun depan tidak ada lonjakan pasokan yang signifikan. Akan flat, kalau naik paling hanya sedikit. ”Kalau hak PGN direstrukturisasi, direspek, alokasi yang disalurkan akan dikembalikan. Akan ada peningkatan revenuedan laba,”katanya. (whisnu bagus)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar