Sabtu, 04 September 2010

BNI Syariah Naikkan Rasio Pembiayaan Dana Pihak Ketiga

SURABAYA - PT Bank BNI Syariah (BNI Syariah) bakal lebih ekspansif dalam menyalurkan pembiayaan. Anak perusahaan BNI yang baru spin off dari induknya pada 19 Juni itu berusaha menaikkan rasio pembiayaan terhadap dana pihak ketiga (financing to deposit ratio/FDR) hingga mencapai 80 persen pada akhir tahun ini.

Dirut BNI Syariah Rizqullah mengatakan, FDR BNI Syariah per semester I 2010 tercatat 73,52 persen. Angka itu relatif lebih rendah daripada bank syariah pada umumnya yang berada di atas 80 persen. ''Penyebabnya, ada tambahan modal dari pemegang saham Rp 1 triliun. Jadi, dibutuhkan waktu untuk menyalurkannya. Pada akhir tahun, kami harapkan bisa 80 persen,'' katanya setelah bazar sembako murah BNI Syariah di Masjid At Taqwa, HR Muhammad, Surabaya, kemarin (3/9).

Untuk pembiayaan, BNI Syariah akan fokus ke ritel yang tetap menjadi andalannya. Menurut Rizqullah, sarana dan prasarana yang dibangun saat ini ditujukan untuk mengembangkan ritel. ''Selain itu, potensi ritel masih besar karena berjumlah banyak. Risiko di ritel juga lebih kecil jika dibandingkan dengan korporasi,'' ujarnya.

Hingga Juni 2010, pembiayaan tercatat Rp 3,13 triliun, saat itu porsi ritel 83,85 persen atau Rp 2,6 triliun. Hingga akhir 2010, BNI Syariah membidik pembiayaan ritel Rp 3,5 triliun di antara target total pembiayaan Rp 4,2 triliun. ''Untuk korporasi, kami prediksi baru bisa melayani lebih besar tiga tahun setelah spin off,'' katanya. (dio/c6/oki)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar