Sabtu, 04 September 2010

BI Pertahankan BI Rate Tetap 6,5 Persen

JAKARTA - Bank Indonesia (BI), agaknya, sangat nyaman dengan level BI rate saat ini. Karena itu, meski laju inflasi diperkirakan bakal melampaui proyeksi 6 persen, bank sentral tetap mematok BI rate di level 6,5 persen.

Gubernur BI Darmin Nasution mengatakan, dewan gubernur menaruh perhatian khusus terhadap kecenderungan terus meningkatnya inflasi yang sampai Agustus mencapai 6,44 persen (year-on-year). ''Tapi, BI rate masih dipertahankan 6,5 persen,'' ujarnya di Kantor BI kemarin (3/9).

Meski demikian, kata Darmin, dengan mempertimbangkan adanya potensi tekanan inflasi ke depan, BI memandang penting untuk menaikkan rasio giro wajib minimum (GWM) primer dari 5 persen menjadi 8 persen DPK (dana pihak ketiga) dalam denominasi rupiah. ''Ini mengingat kondisi ekses likuiditas perbankan yang masih cukup besar,'' katanya.

Dalam rangka mendorong fungsi intermediasi perbankan, dewan gubernur juga menetapkan ketentuan GWM berdasar LDR (loan to deposit ratio) agar kredit perbankan tumbuh dengan tetap berlandasan prinsip kehati-hatian. ''Kita tetapkan batas bawah LDR 78 persen dan batas atas 100 persen,'' terangnya.

Menurut Darmin, bank yang memiliki LDR di luar kisaran target akan dikenakan disinsentif berdasar selisih LDR terhadap target. Apabila LDR bank melebihi target dengan kondisi permodalan yang memadai, bank dapat memperoleh insentif. Kebijakan GWM tersebut dilakukan secara bertahap. Yaitu, GWM primer mulai berlaku sejak 1 November 2010. ''Adapun GWM LDR mulai berlaku 1 Maret 2011.''

Di bidang stabilitas sistem keuangan, dewan gubernur menilai perkembangannya sejauh ini masih terjaga dan didukung kondisi sektor perbankan yang tetap kuat dalam menghadapi berbagai risiko, serta membaiknya fungsi intermediasi perbankan. ''Ini ditunjukkan tingginya rasio kecukupan modal (CAR) perbankan yang saat ini mencapai 16,6 persen dan terjaganya rasio kredit bermasalah (NPL) gross di bawah 5 persen,'' paparnya.

Dari sisi fungsi intermediasi perbankan, angka pertumbuhan kredit juga meningkat hingga 20,3 persen (year-on-year) pada Agustus 2010. (owi/c3/oki)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar