Sabtu, 21 Agustus 2010

Petani Diminta Waspadai Perubahan Iklim

INDRAMAYU(SINDO) – Pemerintah meminta petani mewaspadai perubahan iklim yang terjadi secara ekstrem belakangan ini karena dapat memengaruhi perubahan masa tanam.

“Kita telah merasakan perubahan iklim secara ekstrem pada Agustus. Di Jakarta pun mengalami banjir,” kata Menko Perekonomian HattaRajasasaatmelakukanpanenraya padi varietas Ciherang di Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat (Jabar),kemarin. Hatta berharap,petani bisa beradaptasi dengan melakukan mitigasi dan berkoordinasi dengan tenaga penyuluh dari Kementerian Pertanian.

Dia menambahkan, pemerintah juga akan membuat kebijakan pembagian benih kepada petani untuk mempercepat masa tanam. “Dengan memanfaatkan musim kering basah, di mana kondisi masih sering turun hujan, dan penanaman lebih awal, diharapkan dapat meningkatkan tambahan produksi pangan,”ujarnya. Di tempat yang sama, Wakil Gubernur Jabar Dede Yusuf mengatakan, Pemerintah Provinsi Jabar tahun ini menargetkan,produksi 11 juta ton gabah kering.

“Mudahmudahan target ini dapat terealisasi apalagi sejumlah kota/kabupaten yang menjadi lumbung padi andalan, produksi panen di setiap musimnya cukup baik,”ujarnya. Kepala Divisi Regional (Divre) Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Jawa Barat Abdul Karim mengatakan, sejauh ini stok beras daerah untuk Jabar mencapai 320.000 ton.

Sedangkan sampai akhir tahun, Jabar diharapkan bisa memenuhi cadangan beras sebanyak 450.000 ton. “Kita mendapatkan permintaan beras dari DKI Jakarta sebanyak 2.000 ton beras,”kata dia. Saat ini,kata Karim,Jabar sudah mencukupi stok beras untuk 7–8 bulan. Jadi, permintaan beras dari Jakarta tidak akan mengganggu stok beras secara keseluruhan Jabar. (bernadette lilia nova/ tomi indra)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar