SUKABUMI, (PRLM).- LSM Latin (Lembaga Alam Trofika Indonesia) Kab. Sukabumi mendesak kepada pemerintah setempat supaya segera mengambil tindakan guna menyelamatkan kelestarian hutan yang ada di wilayah Palabuhanratu. Pasalnya, kondisi hutannya kini mengalami kerusakan akibat dampak perambahan hutan oleh sejumlah oknum masyarakat dan aktivitas penambangan batu.
“Kalau tidak dilakukan pencegahan dari sekarang, kerusakan hutan yang ada di Palabuhanratu akan semakin parah,” kata pengurus LSM Latin Kab. Sukabumi, Deni Suharyono ketika ditemui di sekretariatnya di Palabuhanratu.
Menurut dia, beberapa kawasan hutan yang kondisinya mengalami kerusakan, di antaranya hutan lindung cagar alam Sukawayana dan hutan kota di kawasan Gunung Sumping, Ds. Citepus, Kec. Palabuhanratu. Kelestarian hutan lindung Sukawayana, kini terganggu oleh aksi perambahan oleh sejumlah oknum masyarakatyang mendirikan warung, rumah dan bangunan lainnya. Sedangkan kerusakan hutan kota di kawasan Gunung Sumping, terjadi akibat dampak penambangan batu bolder. “Kedua kawasan hutan ini, perlu diselamatkan kelestariannya agar tingkat kerusakannya tidak semakin parah,” kata Deni.
Dikatakan, dari hasil pantauan LSM Latin di lapangan, saat ini ada puluhan bangunan liar yang berada di kawasan hutan lindung Sukawayana. Bentuk bangunannya, dari mulai rumah tinggal, warung remang-remang (warem) hingga tenda pedagang kaki lima (PKL). Awalnya mereka menempati di pinggiran hutan. Namun dikarenakan tidak ada pengawasan dan jarang dilakukan penertiban, sehingga bangunan liar itu mulai masuk ke dalam hutan. “Kalau tidak diantisipasi dari sekarang, jumlah bangunannya bisa bertambah banyak dan aksi perambahannya semakin meluas,” ungkapnya.
Deni menyebutkan, kondisi lahan hutan kota di kawasan Gunung Sumping pun, tak luput dari kerusakan. Kerusakan hutan kota itu akibat dampak penambangan batu bolder yang dilakukan para pengusaha penambangan. Hanya sekedar mencari keuntungan, para penambangnya tidak mengindahkan kelestarian hutan dan lingkungannya. “Dampak galian batu bolder itu, kondisi hutan kota kini jadi rusak. Padahal, beberapa tahun lalu kami bersama LSM Yamaha Forrest sempat melakukan penghijauan dengan menanam ratusan bibit pohon. Tapi sekarang, usaha kami dalam melestarikan hutan kota jadi sia-sia, akibat penambangan batu bolder,” kata Deni.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar