Senin, 30 Januari 2012

Andai bunga penjaminan lebih rendah (1)

http://www.bisnis.com/articles/andai-bunga-penjaminan-lebih-rendah-1

Large_bank_indonesia-anAmbisi Bank Indonesia untuk menyaksikan bunga kredit perbankan murah sudah tak tertahan. Harga kredit memang perlahan turun, tetapi belum juga berada pada level yang ideal.

Dalam logika paling awam, bunga kredit ditentukan oleh biaya penghimpunan dana. Semakin mahal sumber pendanaan, jangan harap bisa mendapatkan bunga kredit yang lebih murah. Lalu, apakah sumber dana di Indonesia sedemikian mahalnya?


Bila merunut patokan maksimum bunga penjamin Lembaga Penjamin Simpanan sebesar 6,5%, sulit berharap bunga kredit sampai di tangan nasabah kurang dari 10%, sebagaimana tuntutan para saudagar anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Rerata biaya mengelolaan dana perbankan  saja, saat ini 3%-4%.

Patokan bunga penjaminan atau LPS Rate inilah yang jadi lakon dalam sepekan terakhir. Level penjaminan yang di atas bunga patokan alias BI Rate yang pada level 6%, dianggap telah menimbulkan kompleksitas baru ketika BI Rate dianggap tak efektif dalam mencapai tujuan ekonomi, dalam hal ini penurunan bunga kredit.

Adalah Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution yang berkata pedas bahwa dengan LPS Rate  di atas BI Rate, mengganjal penurunan bunga kredit karena biaya bank deposito tetap tinggi.  "Apakah tingkat bunga harus di atas BI Rate? Bahkan negara lain di bawahnya. UU LPS pun tak mengamanatkan di atasnya."

Pernyataan Darmin diperkuat oleh Iskandar Simorangkir, Kepala Biro Riset Ekonomi Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI. "LPS membuat buat distorsi ketika kami turun [BI Rate] 6,0%. Mereka nggak turun. Gimana koordinasinya antar lembaga? Pasar jadi tidak sejalan."

Salah satu yang mendasari kritik itu keluar karena pada November 2011 kebijakan LPS Rate 'hanya' diturunkan 25 poin menjadi 6,75%. Pada saat yang sama BI Rate dipangkas 50 poin menjadi 6,0%. Rentang tertinggi sepanjang sejarah antara bunga acuan dan bunga penjaminan.

LPS Rate baru dipangkas lagi pada Desember 2011 menjadi 6,5% dan bertahan sampai sekarang. Memang dalam beberapa tahun terakhir, LPS Rate selalu berada di atas BI Rate. Bergeser dari sebelumnya sejajar, bahkan di bawahnya. (BERSAMBUNG)
(hendri.asworo@bisnis.co.id/hery.trianto@bisnis.co.id) (faa)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar