Kamis, 22 Desember 2011

BP Migas targetkan eksplorasi gas laut dalam US$7 miliar

http://www.bisnis.com/articles/bp-migas-targetkan-eksplorasi-gas-laut-dalam-us$7-miliar
JAKARTA: Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi menargetkan proyek eksplorasi gas laut dalam (Indonesia Deepwater Development/IDD) senilai US$7 miliar milik PT Chevron Pacific Indonesia di Selat Makassar, Kalimantan Timur bisa berproduksi mulai awal 2015.


Deputi Pengendalian Operasi BP Migas Rudi Rubiandini mengatakan secara administrasi, proyek deepwater pertama di Indonesia yang dikembangkan oleh Chevron itu sudah tidak memiliki kendala lagi.


Selain telah mengantongi persetujuan rencana pengembangan (Plan of Development/PoD) sejak 16 Oktober 2008, jelasnya, dokumen pengelolaan air limbah atau analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) juga sudah disetujui oleh Kementerian Lingkungan Hidup pada 16 Agustus 2011.


“Kami berharap on stream [mulai berproduksi] proyek IDD ini tidak berubah, yakni mulai 2015,” ujarnya, hari ini.


Dia menerangkan kapasitas produksi untuk Lapangan Bangka diharapkan menghasilkan gas 140 MMscfd, tanpa kondesat pada kuartal I/2015. Selanjutnya, kapasitas produksi gas dari Lapangan Gendalo Hub 700 MMscfd dan 20.000 miliar minyak per hari (bopd) pada kuartal IV/2016.


Sementara itu, kapasitas produksi untuk Lapangan Gehem Hub diharapkan sebesar 420 MMscfd dan 27.000 bopd pada kuartal II/2017. “Peak production [produksi puncak] gas dari proyek IDD ini sebesar 924 MMscfd karena peak masing-masing lapangan tidak bersamaan.”


Dia menjelaskan, proyek IDD yang dikelola Chevron itu terbagi atas tiga bagian, yakni Lapangan Bangka, Lapangan Gendalo Hub (terdiri dari Lapangan Maha, Gendalo, dan Gendang), dan Lapangan Gehem Hub. Seluruh lapangan tersebut terletak di empat wilayah kontrak kerja sama produksi yang berbeda, yakni di Makassar Strait, Ganal, Rapak, dan Muara Bakau di Selat Makassar.


Menurut Rudi, dari rencana investasi yang mencapai US$7 miliar, sebesar US$2,2 miliar akan digunakan untuk fasilitas produksi, sedangkan sisanya US$4,8 miliar untuk pengeboran, sesuai dengan PoD. “Update cost estimate sedang dilakukan di FEED, tetapi angka estimasi terkini untuk Bangka akan keluar Januari 2012, dan yang lainnya sekitar Maret 2012.”

Proyek pengembangan gas Gehem-Gendalo terletak di kedalaman sekitar 6.000 kaki, mencakup pengembangan dua fasilitas utama yang terpisah. Masing-masing fasilitas utama itu dilengkapi dengan unit produksi terapung (Floating Processing Unit/FPU), pusat pengeboran bawah laut (subsea), jaringan pipa ekspor gas dan kondensat (export pipeline), dan fasilitas penerimaan darat (onshore receiving facility).


Chevron telah menetapkan pemenang kontrak FEED untuk FPU yang dikerjakan PT Technip Indonesia, kontrak jaringan pipa produksi bawah laut kepada PT Worley Parsons Indonesia, kontrak jaringan pipa ekspor kepada PT Worley Parsons Indonesia, dan kontrak fasilitas penerimaan darat kepada PT Singgar Mulia.



Rencananya, gas akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan domestik dan diproses menjadi gas alam cair (LNG) di kilang Bontang, Kaltim untuk diekspor. Produksi maksimum diperkirakan mencapai 1,1 miliar kaki kubik gas per hari dan 31.000 barel kondensat per hari.(api)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar