http://industri.kontan.co.id/v2/read/1324463754/85847/Akhir-tahun-bulog-targetkan-akumulasi-operasi-pasar-beras-mencapai-400.000-ton-
JAKARTA. Badan Urusan Logistik (Bulog) menargetkan,
akumulasi alokasi operasi pasar beras maksimal sebesar 380.000
ton-400.000 ton hingga akhir tahun. Besaran alokasi itu tergantung
permintaan pemerintah daerah.
"Mudah-mudahan tidak melebihi itu. Operasi pasar tahun ini terbilang besar-besaran kalau dibanding tahun-tahun sebelumnya," ungkap Direktur Utama Bulog Sutarto Alimoeso, Rabu (21/12).
Saat ini, Bulog memiliki stok beras sebanyak 1,2 juta ton yang cukup untuk kebutuhan selama 4,5 bulan mendatang. Meski tidak merinci porsi untuk kegiatan operasi pasar, Sutarto menuturkan, alokasi beras untuk kegiatan itu mengalami kenaikan yang cukup signifikan.
Sepanjang 2011, Bulog telah mengalokasikan 351.358 ton beras untuk kegiatan operasi pasar. Jumlah itu meningkat dari alokasi tahun lalu sebesar 44.000 ton. Bahkan, alokasi operasi pasar 2011 itu merupakan yang terbesar sepanjang lima tahun terakhir.
Menjelang akhir tahun, perusahaan pelat merah itu telah menerima permintaan operasi pasar dari pemda Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Papua, dan Maluku.
Dia memperkirakan, permintaan operasi pasar jelang akhir tahun bakal menggenapkan akumulasi jatah penyaluran beras 2011 sekitar 375.000 ton-380.000 ton. Jika permintaan melonjak, maka maksimal Bulog akan menggelontorkan beras hingga akumulasi jatah hingga akhir tahun genap 400.000 ton. "Dari posisi saat ini kira-kira berarti tambah 24.000 ton. Itu lumayan besar. Intinya tidak akan lebihi 400.000 ton," tuturnya.
Kesiapan Bulog menggunakan stok beras itu merupakan upaya meredam kenaikan harga. Hal itu akan direalisasikan dengan menggelar operasi pasar secara rutin di daerah yang mengalami lonjakan harga tertinggi.
Untuk diketahui, siklus panen mempengaruhi kondisi kenaikan harga beras di beberapa daerah. Kenaikan harganya mencapai 5%-10%. Siklus beras saat ini memang berada pada level rendah karena hanya sedikit daerah yang panen. Hal itu yang kemungkinan besar menjadi penyebab kenaikan harga beras di beberapa daerah.
DKI menjadi prioritas
Untuk mengantisipasi melonjaknya kenaikan harga, pemerintah telah menugaskan Bulog untuk mengintensifkan operasi pasar di daerah yang mengalami kenaikan harga signifikan.
"Kita intensifkan operasi pasar di daerah yang mengalami kenaikan harga melebihi 5%-10%," ucap Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Gunaryo.
Provinsi DKI Jakarta menjadi prioritas pemerintah untuk menjadi sasaran operasi pasar. Sebab, lokasi itu mencatatkan kenaikan harga mencapai 5%-10%. Selain daerah itu, kata dia, pemerintah akan menggiatkan operasi pasar di kawasan luar Jawa.
Pemantauan harga dan distribusi barang kebutuhan pokok di Pasar Induk Beras Cipinang (PBIC) tertanggal 19 Desember 2011 menunjukkan pasokan rata-rata pada Desember 2011 naik 2,58% dari periode yang sama tahun lalu. Namun, posisi itu turun 7,01% dibandingkan November 2011.
JAKARTA. Badan Urusan Logistik (Bulog) menargetkan,
akumulasi alokasi operasi pasar beras maksimal sebesar 380.000
ton-400.000 ton hingga akhir tahun. Besaran alokasi itu tergantung
permintaan pemerintah daerah."Mudah-mudahan tidak melebihi itu. Operasi pasar tahun ini terbilang besar-besaran kalau dibanding tahun-tahun sebelumnya," ungkap Direktur Utama Bulog Sutarto Alimoeso, Rabu (21/12).
Saat ini, Bulog memiliki stok beras sebanyak 1,2 juta ton yang cukup untuk kebutuhan selama 4,5 bulan mendatang. Meski tidak merinci porsi untuk kegiatan operasi pasar, Sutarto menuturkan, alokasi beras untuk kegiatan itu mengalami kenaikan yang cukup signifikan.
Sepanjang 2011, Bulog telah mengalokasikan 351.358 ton beras untuk kegiatan operasi pasar. Jumlah itu meningkat dari alokasi tahun lalu sebesar 44.000 ton. Bahkan, alokasi operasi pasar 2011 itu merupakan yang terbesar sepanjang lima tahun terakhir.
Menjelang akhir tahun, perusahaan pelat merah itu telah menerima permintaan operasi pasar dari pemda Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Papua, dan Maluku.
Dia memperkirakan, permintaan operasi pasar jelang akhir tahun bakal menggenapkan akumulasi jatah penyaluran beras 2011 sekitar 375.000 ton-380.000 ton. Jika permintaan melonjak, maka maksimal Bulog akan menggelontorkan beras hingga akumulasi jatah hingga akhir tahun genap 400.000 ton. "Dari posisi saat ini kira-kira berarti tambah 24.000 ton. Itu lumayan besar. Intinya tidak akan lebihi 400.000 ton," tuturnya.
Kesiapan Bulog menggunakan stok beras itu merupakan upaya meredam kenaikan harga. Hal itu akan direalisasikan dengan menggelar operasi pasar secara rutin di daerah yang mengalami lonjakan harga tertinggi.
Untuk diketahui, siklus panen mempengaruhi kondisi kenaikan harga beras di beberapa daerah. Kenaikan harganya mencapai 5%-10%. Siklus beras saat ini memang berada pada level rendah karena hanya sedikit daerah yang panen. Hal itu yang kemungkinan besar menjadi penyebab kenaikan harga beras di beberapa daerah.
DKI menjadi prioritas
Untuk mengantisipasi melonjaknya kenaikan harga, pemerintah telah menugaskan Bulog untuk mengintensifkan operasi pasar di daerah yang mengalami kenaikan harga signifikan.
"Kita intensifkan operasi pasar di daerah yang mengalami kenaikan harga melebihi 5%-10%," ucap Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Gunaryo.
Provinsi DKI Jakarta menjadi prioritas pemerintah untuk menjadi sasaran operasi pasar. Sebab, lokasi itu mencatatkan kenaikan harga mencapai 5%-10%. Selain daerah itu, kata dia, pemerintah akan menggiatkan operasi pasar di kawasan luar Jawa.
Pemantauan harga dan distribusi barang kebutuhan pokok di Pasar Induk Beras Cipinang (PBIC) tertanggal 19 Desember 2011 menunjukkan pasokan rata-rata pada Desember 2011 naik 2,58% dari periode yang sama tahun lalu. Namun, posisi itu turun 7,01% dibandingkan November 2011.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar