Minggu, 02 Oktober 2011

Investasi Jiwasraya tercatat sampai Rp430 miliar

Large_jiwasraya-emJAKARTA: PT Asuransi Jiwasraya Indonesia (Persero) mencatatkan perolehan hasil investasi sebesar Rp430 miliar sampai dengan pekan ketiga September atau tumbuh lebih dari 30% didorong imbal hasil yang tinggi di beberapa jenis instrumen investasi.

Perusahaan pelat merah yang bergerak di bidang asuransi jiwa tersebut mencatatkan perolehan hasil investasi sebesar Rp320 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

“Ada lonjakan hasil investasi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penyebabnya terutama dua hal, yaitu imbal hasil yang tinggi di beberapa jenis instrumen investasi dan kebijakan perusahaan dalam menempatkan dana investasi,” ujar Direktur Keuangan Asuransi Jiwasraya Hary Prasetyo, akhir pekan lalu.

Hary mengatakan beberapa jenis instrumen investasi seperti reksa dana, obligasi, deposito, dan saham memberikan imbal hasil yang tinggi.
Dia memaparkan penempatan dana yang dilakukan oleh perseroan pada instrumen reksa dana menghasilkan return sekitar 10,2%. Instrumen obligasi, baik obligasi milik pemerintah maupun obligasi korporasi, rata-rata memberikan return hingga 11,12%. Selain itu, lanjutnya, instrumen saham menghasilkan return hingga 50%.

Akan tetapi, lanjutnya, imbal hasil yang tinggi yang diperoleh dari investasi pada berbagai instrumen tersebut sangat dipengaruhi oleh kebijakan perusahaan dalam menempatkan dana.

Hary memilih reksa dana sebagai instrumen utama dalam menempatkan dana investasi. Porsi investasi pada produk tersebut mencapai 50% - 60% dari keseluruhan portofolio. “Bahkan sempat mencapai di atas 70%,” ujarnya.

Di sisi lain, sebanyak 30% - 40% ditempatkan pada instrumen obligasi dan deposito. Sementara itu, hanya 1% - 3% yang ditempatkan pada instrumen saham.

“Kami menetapkan kebijakan tidak terlalu berat ke saham pada tahun ini. Saya lihat pasar kita masih mengacu kepada pelaku pasar di luar dan banyak trader sesaat yang bertujuan mengambil untung sebanyak-banyaknya. Terlalu beresiko. Saya pribadi melihat krisis belum berakhir,” ujarnya.(api)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar