Senin, 04 Juli 2011

NVL Bantah Kendalikan Saham Milik IMI di NNT

JAKARTA--MICOM: Newmont Ventures Ltd (NVL) menegaskan tidak memiliki dan mengendalikan 2,2% saham PT Indonesia Masbaga Investama (IMI) di PT Newmont Nusa Tenggara (NNT). IMI tetap memiliki hak untuk menggunakan suaranya terkait dengan kepemilikan sahamnya di NNT.

"PT IMI lah yang memiliki saham 2,2% dan karenanya mempunyai hak untuk menggunakan suaranya berkenaan dengan saham tersebut dan hal itu memang telah dilakukan oleh PT IMI," ungkap Vice President NVL Blake Rhodes, melalui siaran pers, Minggu (3/7).

Rhodes menambahkan pihaknya hanya memegang kuasa untuk menggunakan hak suara atas saham IMI jika perusahaan tersebut melakukan wanprestasi terkait kewajiban pinjamannya. "Hal ini merupakan hal umum dalam paket agunan untuk transaksi keuangan korporasi yang berlaku di Indonesia dan di negara lain," ungkapnya.

Dalam laporan yang diterima Media Indonesia, pada Desember 2009 Newmont Mining Corporation menyetujui pemberian pinjaman dana kepada PT Pukuafu Indah dengan jaminan dividen, laba setelah pajak, serta hak suara dan kewajiban atas 20% saham NNT yang dimiliki Pukuafu.

Kemudian, pada 25 Juni 2010, Pukuafu menjual 2,2% saham NNT kepada IMI. Newmont lalu menyetujui pemberian pinjaman dana kepada IMI dengan jaminan dividen, laba setelah pajak, serta hak suara dan kewajiban atas 2,2% saham NNT yang dimiliki IMI.

"Berdasarkan transaksi tersebut, perusahaan (Newmont) menerima tambahan 17% keuntungan ekonomi efektif di PT NNT. Ditambah dengan 56,25% kepemilikan perusahaan di NTP (Nusa Tenggara Partnership), Newmont memiliki 48,5% keuntungan ekonomi efektif di PT NNT dan terus mengukuhkan Batu Hijau dalam laporan keuangan konsolidasi perusahaan," demikian kutipan dalam laporan tersebut.

Namun, induk perusahaan NVL, Newmont, telah mengungkapkan dalam formulir 10-K yang didaftarkan pada Securities and Exchange Commission AS mengenai pemberian pinjaman kepada IMI.

Newmont memberikan penjelasan sebagai bagian dari perjanjian NVL dalam rangka memastikan pembayaran pinjaman IMI, NVL telah menggunakan paket agunan standar yang berlaku di Indonesia, termasuk agunan saham dan pengalihan dividen berikut kuasa untuk menjual saham IMI dan memberi hak suara atas saham milik IMI tersebut jika IMI wanprestasi.

"Ini adalah jenis paket agunan yang diberikan kepada para senior lender PT NNT terkait saham milik PT PI (Pukuafu) selama lebih dari 10 tahun sampai pinjaman proyek dilunasi pada Februari 2010 lalu," ungkap Rhodes.

Selama periode pinjaman tersebut, jelas bahwa para senior lender tidak mengendalikan saham yang dipegang pemegang saham NNT.

Rhodes kemudian menjelaskan bahwa dalam pasal 24 ayat 3 kontrak karya NNT disebutkan bahwa saham divestasi ditawarkan kepada warga negara Indonesia atau perusahaan Indonesia yang dikendalikan oleh warga negara Indonesia.

Saham awal NNT milik Pukuafu, termasuk saham yang dijual ke IMI, bukanlah bagian dari 31% saham NNT yang didivestasikan.

"Saham divestasi adalah saham yang dimiliki oleh pemegang saham asing PT NNT, bukan saham yang telah dimiliki oleh pemegang saham Indonesia seperti PT PI. Namun demikian, PT IMI telah memenuhi ketentuan mengenai perusahaan Indonesia untuk tujuan divestasi karena PT IMI adalah perusahaan yang dikendalikan oleh gabungan antara perorangan Indonesia dan badan Indonesia yang dikendalikan oleh orang Indonesia,” jelas Rhodes. (ML/OL-11)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar