Selasa, 19 April 2011

Penaikan Harga BBM Harus Perhatikan Kondisi Masyarakat

JAKARTA--MICOM: Komisi VII DPR masih menunggu kajian resmi pemerintah dalam mengendalikan konsumsi BBM subsidi terkait kenaikan harga minyak mentah dunia. DPR berharap langkah yang diambil pemerintah dapat memperhatikan kondisi yang dihadapi masyarakat saat ini.

"DPR berada dalam posisi membahas berbagai opsi yang ada untuk masalah BBM bersubsidi. Kita tunggu kajian pemerintah," kata Ketua Komisi VII DPR Teuku Riefky Harsa, Senin (18/4), menanggapi rencana pemerintah yang salah satunya ingin menaikkan harga Premium menjadi Rp6.500 per liter.

Menurut Riefky, pihaknya meminta pemerintah agar mempertimbangkan kondisi masyarakat di tengah-tengah inflasi yang masih tinggi di Indonesia. Pemerintah juga harus menghitung dengan tepat dampak kebijakan pemerintah dalam mengendalikan BBM subsidi terhadap tingkat inflasi.

"Jangan sampai nanti beban masyarakat bertambah dan stabilitas makro ekonomi terguncang. Apalagi bila kenaikan (Premium) terlalu tinggi," tandasnya.

Riefky menambahkan bahwa pemerintah sebaiknya lebih cepat mengambil keputusan pengendalian BBM subsidi tersebut agar tidak menjadi sumber spekulasi di masyarakat. (ML/OL-9)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar