JAKARTA. Harga batubara Acuan (HBA) pada April 2011 merosot mencapai US$ 122,02 per ton, atau turun US$ 0,41 per ton dari HBA Maret 2011 yang sebesar US$ 122,43 per ton.
Menurut catatan Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM, HBA pada akhir tahun lalu konsisten mengalami kenaikan dari bulan Oktober 2010 sebesar US$ 92,68 per ton hingga puncaknya di bulan Februari 2011 mencapai US$ 127,05 per ton.
Rilis yang dikeluarkan Kementerian ESDM hari ini (19/4) menjelaskan, penurunan HBA pertama kalinya terjadi pada bulan Maret 2011. Besaran penurunan HBA pada bulan April 2011 tidak terlalu signifikan sehingga bisa dikatakan HBA stabil pada kisaran US$ 122 per ton.
Tren kenaikan harga batubara dipicu beberapa isu seperti dinamika impor batubara dari China dan India. Serta spekulasi meningkatnya impor batubara Jepang pascagempa bumi dan tsunami.
Sementara, harga ekspor batubara Afrika Selatan di terminal Richards Bay, terminal batubara terbesar di Afrika, mengalami kenaikan sejak dua bulan lalu. Terutama didorong oleh spekulasi pembelian batubara oleh pembangkit listrik Jepang, seperti dikutip dari Bloomberg (11/04).
Jepang mengalami potensi kekurangan pasokan listrik setelah gempa bumi dan tsunami pada tanggal 11 Maret yang mengakibatkan penurunan kapasitas nasional pembangkit listriknya hingga 8%. Bencana tersebut menyebabkan kebocoran pada pembangkit listrik nuklir Fukushima Dai-Ichi. Jepang harus mencari bahan bakar lain seperti batubara dan gas.
Harga batubara mengalami kenaikan 3,3% menjadi rata-rata US$ 124,74 per ton pada awal April 2011 yang merupakan harga tertinggi sejak 4 Februari 2011. (Srihandriatmo Malau/Tribunnews)
Menurut catatan Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM, HBA pada akhir tahun lalu konsisten mengalami kenaikan dari bulan Oktober 2010 sebesar US$ 92,68 per ton hingga puncaknya di bulan Februari 2011 mencapai US$ 127,05 per ton.
Rilis yang dikeluarkan Kementerian ESDM hari ini (19/4) menjelaskan, penurunan HBA pertama kalinya terjadi pada bulan Maret 2011. Besaran penurunan HBA pada bulan April 2011 tidak terlalu signifikan sehingga bisa dikatakan HBA stabil pada kisaran US$ 122 per ton.
Tren kenaikan harga batubara dipicu beberapa isu seperti dinamika impor batubara dari China dan India. Serta spekulasi meningkatnya impor batubara Jepang pascagempa bumi dan tsunami.
Sementara, harga ekspor batubara Afrika Selatan di terminal Richards Bay, terminal batubara terbesar di Afrika, mengalami kenaikan sejak dua bulan lalu. Terutama didorong oleh spekulasi pembelian batubara oleh pembangkit listrik Jepang, seperti dikutip dari Bloomberg (11/04).
Jepang mengalami potensi kekurangan pasokan listrik setelah gempa bumi dan tsunami pada tanggal 11 Maret yang mengakibatkan penurunan kapasitas nasional pembangkit listriknya hingga 8%. Bencana tersebut menyebabkan kebocoran pada pembangkit listrik nuklir Fukushima Dai-Ichi. Jepang harus mencari bahan bakar lain seperti batubara dan gas.
Harga batubara mengalami kenaikan 3,3% menjadi rata-rata US$ 124,74 per ton pada awal April 2011 yang merupakan harga tertinggi sejak 4 Februari 2011. (Srihandriatmo Malau/Tribunnews)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar