Rabu, 20 April 2011

Aset BRI Syariah naik jadi Rp7,5 triliun

BOGOR: Aset PT BRI Syariah pada kuartal pertama 2011 naik 10,29% mencapai Rp7,5 triliun dibandingkan dengan posisi pada Desember 2010 yang mencapai Rp6,8 triliun.


Direktur Utama BRI Syariah Ventje Rahardjo mengatakan aset tersebut tumbuh didukung oleh aliran dana pihak ketiga (DPK) dan pembiayaan yang berimbang. Pencapaian itu sejalan dengan target aset per Desember 2011 yang diharapkan lebih dari Rp10 triliun.

"DPK kami tahun lalu sekitar Rp5 triliun, sedangkan kuartal ini sepertinya mencapai lebih dari Rp6 triliun, sedangkan pembiayaan sekitar Rp7 triliun," ujarnya hari ini.

Menurut dia, hingga saat ini komposisi DPK BRI Syariah masih didominasi deposito yang mencapai 70% dan sisanya sebesar 30% adalah giro dan tabungan.

Dia menargetkan pada tahun ini perseroan dapat meningkatkan rasio dana murah (tabungan dan giro). BRI Syariah, lanjutnya, telah menjalankan program hujan emas  bagi nasabah tabungan yang dilaksanakan mulai Februari hingga Desember 2011.

Dia juga menjelaskan BRI Syariah sedang menggarap pembiayaan di sektor pertanian, khususnya bidang intiplasma, atau lahan pertanian berbasis kebun rakyat, yang  mencapai Rp300 miliar-Rp400 miliar.

Ventje menambahkan BRI Syariah juga sedang terlibat pembicaraan dengan Islamic Development Banking (IDB) terkait tawaran pembiayaan mikro yang islami. Namun, dia menolak menjelaskan lebih detail mengenai proses tersebut. "Tentu kami tidak menentukan target waktu dan besaran pembiayaan karena masih menunggu pihak IDB," jelasnya.

BRI Syariah merupakan unit usaha syariah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) yang dipisahkan (spin off) pada Januari 2009.(mmh)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar