Rabu, 20 April 2011

Analis: IHSG masih berpeluang menguat di kisaran 3.710 - 3.760

Analis: IHSG masih berpeluang menguat di kisaran 3.710 - 3.760

JAKARTA. Setelah sempat melemah pada awal pekan, Selasa (19/4), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat tipis. Indeks saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini naik 0,15% ke level 3.732,65. Penguatan ini disokong oleh sektor telekomunikasi.

Penguatan IHSG terjadi di tengah banjir sentimen negatif di pasar global. Salah satunya langkah Standard & Poor's (S&P) menurunkan outlook untuk utang Amerika Serikat (AS). "Juga ada kebijakan China menaikkan lagi giro wajib minimum," ujar analis Sinarmas Sekuritas Jansen Kustianto, Selasa (19/4).
Situasi tak enak di pasar global berimbas negatif ke mayoritas bursa Asia yang melemah. Jansen menduga, IHSG masih bisa menguat lantaran investor membeli saham-saham yang harganya sudah murah.
Analis memprediksi IHSG masih berpeluang menguat hari ini. Analis Universal Broker Indonesia Alwi Assegaf menganalisis, dari sisi teknikal IHSG cenderung bergerak reversal dan membentuk pola hammer setelah bertahan di support 3.700. Hari ini IHSG cenderung menguat dan bergerak di 3.710-3.760.
Tapi penurunan peringkat utang AS berimbas negatif terhadap nilai tukar rupiah. Di pasar spot, rupiah tergerus 0,21% menjadi Rp 8.687,5 per dollar AS. "Perubahan prospek utang AS memicu investor global mencarikan asetnya," kata Kepala Riset Askap Futures Wahyu Tribowo Laksono. Tapi ia menilai rupiah hari ini berpotensi menguat. Ia optimistis pasangan USD/IDR hari ini akan bergerak di kisaran 8.650-8.770.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar