Jumat, 15 April 2011

ACFTA memang Untungkan China

 
 
ACFTA memang Untungkan China
Barang Produk Cina--DOKMI/ip
JAKARTA--MICOM: Lemahnya daya saing industri nasional sebagai salah satu penyebab kalah bersaingnya produk Indonesia dibandingkan dengan produk-produk China.

Tak heran jika implementasi ACFTA selama ini dinilai lebih banyak mendatangkan manfaat bagi China.

Sementara bagi Indonesia, implementasi ACFTA justru membuat pelaku sektor industri dalam negeri terpukul karena kalah bersaing dengan produk-produk murah asal China.

"Ini karena pemerintah belum bisa meningkatkan daya saing industri nasional sehingga produk yang dihasilkan pelaku industri tidak kompetitif," ungkap Ketua Komisi VI DPR Airlangga Hartarto, di Jakarta, Kamis (14/4).

Ia mengakui selama setahun implementasi ACFTA, neraca perdagangan RI-China memang mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Volume perdagangan kedua negara mendekati angka US$ 40 miliar.

"Namun yang perlu dicatat dalam setahun terakhir Indonesia mengalami defisit perdagangan sebesar US$4,7 miliar," tukasnya.

Ironisnya, nilai investasi yang ditanamkan investor China di Indonesia sepanjang 2010 lalu sendiri hanya sebesar US$174 juta. Jumlah tersebut terlampau kecil jika dibandingkan dengan total investasi yang disebar oleh China ke negara-negara ASEAN lainnya.

"Total investasi China ke seluruh ASEAN sepanjang tahun 2010 lalu berjumlah US$2,75 miliar, namun yang masuk ke Indonesia hanya US$174 juta," ungkapnya.

Ia menambahkan, jika pemerintah tidak segera meningkatkan daya saing
industri nasional, bisa dipastikan sektor industri dalam negeri akan menanggung kerugian yang besar.

"Karena terjadi persaingan yang tidak sehat dikhawatirkan akan banyak pabrik yang berhenti berproduksi dan akan mengakibatkan PHK," tegasnya. (Jaz/OL-9)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar