Kamis, 31 Maret 2011

Trik Asyik Hindari Pertengkaran Soal Uang

Trik Asyik Hindari Pertengkaran Soal Uang SUDAH bukan rahasia lagi bahwa kesulitan finansial seperti utang atau percekcokan soal uang, bisa menyebabkan keretakan dalam rumah tangga. Lalu, bagaimana cara mengatasinya?

Menurut sebuah survei yang dilakukan Citibank seperti dikutip situs thirdage.com, sebanyak 57 persen pasangan yang bercerai di Amerika Serikat menyebutkan masalah keuangan sebagai alasan utama berakhirnya hubungan mereka. Situasi ini diperburuk dengan kenyataan, bahwa orang cenderung memilih pasangan dengan kebiasaan belanja yang berbeda dengan mereka.

Meski demikian, pakar keuangan pribadi Farnoosh Torabi mengatakan masih ada harapan untuk menyelamatkan rumah tangga dari masalah keuangan, dengan mengikuti sejumlah tips berikut ini:

Batas pengeluaran
Pasangan yang membuat rekening bersama juga harus menetapkan ambang batas pengeluaran. Berkonsultasi terlebih dahulu dengan pasangan sebelum Anda melakukan pembelian apa pun, untuk mencegah timbulnya kritik dan percekcokan akibat ketidaktahuan. Selain itu, cara ini juga membantu Anda menahan diri dari berbelanja secara impulsif.

Lomba berhemat
Membayar hanya secara tunai akan membatasi Anda dari menghambur-hamburkan uang, dibandingkan jika menggunakan kartu kredit. Tetapkan kontes berhemat dengan pasangan untuk melihat siapa yang paling sedikit menghabiskan uang dalam seminggu.

Trik tersebut bisa mendorong Anda dan pasangan untuk mengendalikan kebiasaan berbelanja. Siapa pun yang berhasil mengumpulkan sisa uang terbanyak dalam seminggu, menjadi pemenang. Sedangkan pihak yang harus melakukan tugas yang tidak diinginkan seperti membersihkan rumah atau mencuci mobil.

Memasak sendiri
Membuat makanan sendiri mungkin memakan waktu. Apalagi jika Anda adalah pekerja kantoran yang harus menyelaraskan kehidupan profesional dengan rumah tangga. Tapi, uang yang dapat Anda hemat dari memasak makanan sendiri juga layak diperhitungkan.

Torabi menyarankan pasangan untuk merencanakan menu makanan mereka selama akhir pekan untuk minggu berikutnya.

Rekening pribadi
Berbeda dari sudut pandang yang menilai membuka rekening pengeluaran pribadi sebagai hal yang ganjil dalam pernikahan, Torabi justu berpendapat tindakan ini mampu memperkuat hubungan.

Dengan mengalokasikan 10-15 persen dari gaji Anda ke rekening pengeluaran pribadi, setiap pasangan dapat membeli barang yang diinginkan atas kebijaksanaan mereka sendiri. (Yul/OL-06)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar