JAKARTA: PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk mendapatkan berkah dari aplikasi aturan baru, meskipun kinerja kredit di bawah rata-rata perbankan nasional. Pemangkasan biaya dana turut mendorong pendapatan bank pelat merah itu. Dirut BRI Sofyan Basir mengakui bahwa ketentuan baru pernyataan standardisasi akuntansi keuangan (PSAK) membawa berkah dalam mendorong lonjakan laba perseroan 2010 yang mencapai 56,98% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
“Jadi laba ini memang blessing, karena ada penyesuaian dari aturan yang ada,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, siang ini.
Kredit BRI sendiri hanya tumbuh sebesar 20,16%, lebih rendah jika dibandingkan dengan rata-rata industri perbankan pada 2010 sebesar 23,8%. Meskipun begitu pendapatan bunga bersih tumbuh (net interest income/NII) sebesar 42,08% jika dibandingkan tahun sebelumnya Rp32,5 triliun.
Direktur Keuangan Achmad Baiquni menjelaskan ada beberapa faktor yang menyebabkan kenaikan laba perseroan, diantaranya ada kenaikan kredit terutama pada segmen usaha mikro.
Menurut dia, segmen usaha mikro memberikan dampak kenaikan margin bunga bersih cukup signifikan karena berdasarkan perhitungan PSAK yang baru harus dilakukan perhitungan bunga secara efektif bukan tetap (flat).
“Kalau perhitungan flat harusnya dibagi rata, tapi dengan PSAK 50-55 ini kami harus hitung lagi berdasarkan present interest value sehingga menambah NII,” paparnya.
Selain itu, sambungnya, kenaikan laba juga ditopang oleh pendapatan nonoperasional yakni fee base income yang tumbuh sebesar 67,5% menjadi Rp5,5 triliun.
Baiquni menambahkan bahwa faktor pemangkasan biaya dana (cost of fund) juga mempengaruhi kenaikan margin perseroan yang tercermin dari net interest income meningkat menjadi 10,77% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya 9,16%. (htr)
Selain itu, sambungnya, kenaikan laba juga ditopang oleh pendapatan nonoperasional yakni fee base income yang tumbuh sebesar 67,5% menjadi Rp5,5 triliun.
Baiquni menambahkan bahwa faktor pemangkasan biaya dana (cost of fund) juga mempengaruhi kenaikan margin perseroan yang tercermin dari net interest income meningkat menjadi 10,77% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya 9,16%. (htr)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar